Lewati ke:
Terakhir diperbarui: 19 Desember 2025
Cegukan pada bayi baru lahir sering membuat AyBun khawatir, padahal kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang sendiri. Meski begitu, ada beberapa cara menghilangkan cegukan pada bayi yang bisa AyBun lakukan, seperti menggendong tegak atau memberi pijatan lembut. Yuk, lihat langkah lengkapnya di artikel ini!
Apa Penyebab Bayi Bisa Cegukan?
AyBun mungkin kaget saat tiba-tiba mendengar suara "hik" kecil dari si Kecil. Tenang, Bun, ini hal yang wajar. Cegukan terjadi ketika diafragma, otot yang membantu proses pernapasan, berkontraksi secara tiba-tiba. Ada beberapa alasan kenapa bayi sering cegukan:
1. Menelan udara
Saat menyusu, terutama bila posisi belum pas atau aliran susu cukup deras, udara bisa ikut masuk dan membuat diafragma bereaksi.
2. Makan atau minum terlalu cepat
Ketika si Kecil menyusu terlalu semangat, ia bisa menelan susu lebih cepat dari biasanya. Perut yang mendadak penuh akan menekan diafragma dan inilah yang sering menjadi penyebab kenapa bayi sering cegukan, terutama setelah sesi menyusu selesai.
3. Sistem pencernaan belum matang
Lambung bayi sangat sensitif. Mudah kembung atau naiknya asam lambung juga bisa memicu kontraksi pada diafragma.
4. Perubahan suhu
Kenapa bayi sering cegukan? Beberapa alasannya bisa karena suhu ruangan, makanan, atau minuman yang berubah drastis. Hal ini kadang juga bisa membuat saraf pemicu cegukan jadi lebih aktif.
5. Refleks saraf yang masih aktif
Sistem saraf bayi belum matang sepenuhnya. Karena itu, diafragmanya lebih responsif terhadap rangsangan kecil, sehingga cegukan bisa muncul lebih sering, bahkan saat bayi hanya tertawa, kaget, atau bergerak sedikit.
Penelitian dalam Clinical Neurophysiology (Whitehead dkk., 2019) juga menemukan bahwa setiap kontraksi diafragma saat cegukan ternyata memberi sinyal ke otak bayi, bahkan sejak usia kehamilan sekitar 30 minggu¹. Hal ini membantu proses pematangan sistem sarafnya. Jadi, selain wajar, cegukan juga bagian dari tumbuh kembang alami si Kecil, AyBun.
Apakah Cegukan pada Bayi Itu Berbahaya?
Bunda tak perlu langsung cemas, karena cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya dan biasanya akan reda dengan sendirinya. Cegukan justru bisa menjadi tanda bahwa tubuh si Kecil sedang beradaptasi dengan sistem pernapasan serta pencernaannya.
Namun, bila cegukan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti muntah berlebihan, sesak, atau rewel terus-menerus, Bunda perlu lebih waspada.
Kapan Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila cegukan pada bayi berlangsung lebih dari beberapa jam, sering muncul setiap selesai menyusu, atau disertai gejala lain seperti muntah berwarna hijau, berat badan tidak naik, hingga kesulitan bernapas.
Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan atau masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.
Bagaimana Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi?
Untuk menghilangkan cegukan pada bayi, AyBun bisa mencoba beberapa langkah sederhana yang membantu merilekskan diafragma dan mengurangi udara berlebih di perut si Kecil. Dengan sentuhan lembut dan ritme yang perlahan, cegukan biasanya mereda dengan cepat.
1. Sendawakan bayi setelah menyusu
Langkah ini termasuk salah satu cara menghilangkan cegukan pada bayi yang paling sederhana. Saat udara ikut masuk ke perut selama menyusu, sendawa membantu mengeluarkan udara berlebih sehingga tekanan pada diafragma berkurang dan cegukan lebih cepat mereda.
2. Berikan dot atau empeng
Gerakan mengisap dari dot memberi efek menenangkan pada otot diafragma. Selain itu, aktivitas mengisap juga membuat bayi merasa rileks sehingga ritme cegukan berangsur melemah.
3. Hentikan sejenak saat menyusui
Memberi jeda sebentar saat menyusui bisa menjadi cara menghilangkan cegukan pada bayi, sekaligus memberi kesempatan si Kecil untuk menelan dengan tenang. Ritme yang lebih pelan ini membuat perut tidak terlalu "penuh udara", sehingga cegukan lebih jarang muncul.
4. Mandikan dengan air hangat
Air hangat dikenal bisa merilekskan otot-otot tubuh, termasuk otot diafragma yang berkontraksi saat cegukan. Dengan tubuh yang lebih tenang, cegukan biasanya mereda.
Selain itu, mandi hangat juga bisa membantu menstimulasi saraf bayi untuk lebih rileks, sehingga hal ini bukan hanya bisa menjadi cara mengurangi cegukan pada bayi tapi juga menjadi saat bonding yang menenangkan untuk Bunda dan si Kecil.
Agar si Kecil tak kedinginan dan masuk angin setelah mandi, pastikan Aybun menggunakan Zwitsal Hair & Body Bath Minyak Telon. Sabun sekaligus sampo dengan Minyak Telon dan 4x Prebiotic Moisturizer ini akan memberikan rasa hangat yang menenangkan, sambil tetap menjaga kelembapan kulit si Kecil. Formulanya pun lembut karena bebas SLS/SLES, hypoallergenic, dan sudah dermatologically tested. Aman banget untuk pemakaian harian, Aybun!
5. Pijat lembut tubuhnya
Bunda bisa mencoba pijatan lembut di area punggung atau perut si Kecil dengan gerakan perlahan searah jarum jam. Pijatan sederhana ini membantu mengeluarkan udara yang terjebak di perut sekaligus membuat otot-otot, termasuk diafragma, jadi lebih rileks. Itulah sebabnya pijat tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, tapi juga bisa mendukung meredanya cegukan.
Agar pijatan lebih nyaman, Aybun bisa mengoleskan Zwitsal Baby Oil terlebih dulu. Minyak bayi ini membantu jemari Aybun bergerak halus di kulit bayi, sekaligus memberi rasa hangat yang menenangkan. Dengan kandungan alami seperti Aloe Vera dan Vitamin E, kulit si Kecil tetap lembut terjaga. Formulanya yang hypoallergenic juga aman untuk kulit bayi yang sensitif.
Tips Mencegah Cegukan pada Bayi
AyBun bisa membantu cegukan jarang muncul dengan beberapa kebiasaan kecil yang dilakukan sejak waktu menyusu hingga setelahnya. Tips sederhana ini membantu menjaga perut si Kecil tetap nyaman dan mengurangi udara yang sering jadi pemicu cegukan.
1. Pastikan posisi menyusu nyaman
Jika cegukan sering muncul, coba perhatikan posisi menyusu si Kecil. Pastikan kepala dan tubuhnya sedikit lebih tegak agar aliran susu lebih terkontrol. Posisi yang baik membantu bayi menelan lebih nyaman dan mengurangi risiko udara ikut masuk.
Saat menyusu, usahakan juga mulut si Kecil menempel dengan baik pada payudara atau dot. Dengan pelekatan yang benar, udara tidak mudah ikut masuk dan proses menelan jadi lebih lancar.
2. Susui perlahan dan bertahap
Memberikan susu sedikit demi sedikit tapi lebih sering membantu perutnya tidak cepat penuh. Ritme yang lebih tenang membuat si Kecil lebih nyaman dan risiko cegukan pun berkurang.
3. Bantu si Kecil bersendawa
AyBun bisa membantu si Kecil bersendawa di tengah dan setelah menyusu. Mengeluarkan udara berlebih lebih awal dapat mencegah perutnya terasa penuh dan menekan diafragma.
4. Gendong tegak setelah menyusu
Menggendong si Kecil tegak setelah menyusu membantu udara naik perlahan sehingga cegukan lebih mudah mereda. AyBun bisa mengikuti cara menggendong bayi yang benar, yaitu memastikan tubuhnya berada di dada AyBun dengan kepala tersangga lembut. Posisi yang nyaman seperti ini membuat perut tidak tertekan dan diafragma bisa lebih rileks.
5. Jaga suasana tetap tenang
Bayi mudah kaget atau overstimulated karena refleks sarafnya masih berkembang. Gerakan yang lembut dan suasana yang tenang dapat membantu cegukan muncul lebih jarang.
Cegukan pada bayi tentunya bisa bikin AyBun cemas, tapi umumnya hal ini tidak berbahaya, kok. Dengan langkah sederhana seperti menyendawakan, mengubah posisi menyusu, hingga memberi pijatan lembut, si Kecil biasanya akan cepat merasa lebih nyaman. Namun, jika cegukan berlangsung lama atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar Bunda lebih tenang.
Referensi:
1. Kimberley Whitehead, Laura Jones, Maria Pureza Laudiano-Dray, Judith Meek, Lorenzo Fabrizi. 2019. Event-related potentials following contraction of respiratory muscles in pre-term and full-term infants. Diambil dari https://doi.org/10.1016/j.clinph.2019.09.008