Momen Pertama

Mengenal Kebutuhan ASI Untuk Bayi Yang Baru Lahir

17 September 2018

Menyusui bayi yang baru lahir adalah kebahagiaan besar yang sekaligus bisa menjadi tantangan tersendiri bagi setiap ibu baru. Agar Bunda tidak merasa cemas dan dapat menyesuaikan kebutuhan ASI si kecil, Bunda perlu mengetahui seberapa besar kebutuhan ASI bagi bayi yang baru lahir. Saat awal menyusui, produksi ASI Bunda memang masih sedikit, tapi jumlahnya akan terus bertambah dan menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Kebutuhan ASI Bertambah Secara Bertahap Ketika baru lahir, lambung si kecil hanya sebesar kemiri dan ia hanya membutuhkan 5-7 ml atau satu sendok makan ASI sekali minum. Bunda dapat menyusuinya sebanyak 10-12 kali dalam 24 jam. Pada usia 3 hari, kebutuhan ASI si kecil bertambah menjadi 22-27 ml sekali minum. Ukuran lambungnya pun berkembang menjadi sebesar buah ceri. Selanjutnya, pada usia 1 minggu, bayi umumnya mengalami growth spurt (percepatan pertumbuhan) sehingga kebutuhan ASI-nya pun bertambah pesat menjadi 45-60 ml sekali menyusu. Kemudian, memasuki usia 1 bulan, kebutuhan ASI si kecil bertambah menjadi 80-150 ml dalam sekali menyusu. Pertambahan kebutuhan ASI tersebut biasanya sudah diikuti dengan produksi ASI yang lancar dan keterampilan Bunda dalam menyusui si kecil. Saat si kecil sudah memasuki usia 1 bulan, Bunda bisa mulai belajar memerah ASI saat si kecil tengah terlelap. Tetap Tenang Hadapi Tantangan Saat menyusui bayi yang baru lahir, Bunda tentu akan menghadapi beberapa tantangan seperti produksi ASI belum lancar, puting lecet, dan payudara bengkak. Sebaiknya, Bunda tidak panik dan tetaplah tenang menjalaninya, ya. Untuk merangsang produksi ASI, biarkan si kecil terus menyusu dengan menghisap langsung puting payudara Bunda. Bunda juga perlu belajar tentang pelekatan yang baik untuk menghindari puting lecet. Hindari memberikan ASI melalui dot pada bayi yang baru lahir berusia di bawah 1 bulan untuk menghindari “bingung puting” pada si kecil dan untuk mencegah penurunan produksi ASI Bunda. Jika payudara Bunda terasa sudah penuh dan berat, Bunda bisa memerahnya untuk membantu menghindari bengkak dan menjaga produktivitas ASI tetap baik. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengatur jadwal istirahat adalah kunci keberhasilan menyusui. Seperti saat hamil, Bunda juga perlu mengonsumsi aneka sumber protein, asam folat, dan kalsium, seperti sayuran hijau, buah-buahan, daging, dan kacang-kacangan. Selain itu, perbanyak juga minum air putih untuk menjaga asupan cairan Bunda selama menyusui, ya. Sementara itu, agar Bunda bisa beristirahat dengan cukup, berdiskusilah dengan Ayah kapan Bunda memerlukan bantuannya untuk menggantikan mengurus si kecil. Saat Bunda beristirahat, Ayah bisa memberikan ASI perah menggunakan feeding cup untuk si kecil yang baru lahir atau menggunakan dot jika si kecil sudah berusia di atas 1 bulan. Dengan pemahaman dan penanganan yang baik, Bunda harus percaya diri bahwa produksi ASI Bunda pasti mencukupi kebutuhan bayi yang baru lahir. Tanda bayi yang kebutuhan ASInya terpenuhi dapat dilihat dari pertambahan berat badannya yang baik setiap bulan serta intensitas BAK dan BABnya yang teratur setiap hari. Jika Bunda memiliki pertanyaan dan mengalami kesulitan saat menyusui si kecil, Bunda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke klinik laktasi, ya. Selamat menyusui si kecil.   Sumber: kellymom.com/hot-topics/newborn-nursing/ nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/breastfeeding-first-days.aspx babycenter.com/0_breastfeeding-getting-started_465.bc ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/berapa-banyak-asi-untuk-bayiku3f Diakses pada 1 Oktober 2016

Go to Top