Momen Perawatanku

Atasi Biang Keringat pada Bayi dengan Obat Biang Keringat yang Tepat

18 December 2017

Salah satu tantangan negeri tropis seperti Indonesia adalah cuaca panas dan terik yang dihadapi sehari-hari. Cuaca seperti ini biasanya jadi awal dari biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang keringat pada bayi adalah bintil-bintil merah dan gatal pada kulit yang mengganggu.

Masalah ini muncul ketika keringat yang keluar secara berlebihan tidak tak segera mengering, sehingga pori-pori kulit menjadi tersumbat karena keringat yang terperangkap di bawah kulit. Ada banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk meredakan masalah biang keringat pada bayi. Tapi sebelum memilih obat biang keringat pada bayi yang baik, Bunda sebaiknya memahami sifat kulit bayi terlebih dahulu.

Struktur kulit bayi yang belum sempurna menyebabkan bayi cenderung lebih mudah kepanasan dan kedinginan. Itu sebabnya bayi cenderung berkeringat secara berlebihan. Masalahnya, proses penyerapan keringat oleh kulit bayi juga belum berjalan dengan baik, sehingga risiko biang keringat menjadi meningkat.

Cara Tepat Mencegah Masalah Biang Keringat pada Bayi

1. Jaga agar kulit bayi tetap kering

Salah satu cara untuk mencegah biang keringat pada bayi adalah menjaga kulit bayi tetap kering. Bila bayi berkeringat, keringkan keringatnya dengan mengelap keringat bayi dengan handuk basah yang lembut. Setelah itu, keringkan kembali dengan lap atau handuk yang lembut hingga kulitnya benar-benar kering. Selain itu, segera ganti baju Si Kecil yang basah karena keringat dengan baju yang kering.

2. Gunakan bedak bayi yang aman untuk mencegah biang keringat pada bayi

Beberapa situasi tertentu mungkin menyebabkan Bunda tak bisa selalu segera mengeringkan keringat Si Kecil atau mengganti bajunya, misalnya saat sedang bepergian. Kalau hal ini terjadi, penggunaan bedak bayi adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan mencegah biang keringat. Pilihlah bedak bayi yang aman untuk bayi seperti Zwitsal Extra Care Baby Powder with Zinc yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi. Selain itu, kandungan Zinc pada Zwitsal Extra Care Baby Powder juga membantu mengatasi iritasi ringan dan kulit kemerahan, sehingga produk ini bisa jadi pilihan Bunda untuk digunakan pada kulit Si Kecil yang telah mengalami biang keringat. Zwitsal Extra Care Baby Powder with Zinc juga telah teruji Hypo-allergenic sehingga memiliki risiko lebih kecil untuk menyebabkan alergi pada bayi, bahkan pada kulit bayi yang sensitif.

3. Gunakan bedak bayi dengan cara yang tepat

Saat menaburkan bedak bayi pada kulit si kecil, pastikan bahwa kulit bayi telah benar-benar kering. Bedak yang ditaburkan pada kulit yang basah justru bisa menyebabkan penyumbatan pori-pori dan membuat biang keringat jadi semakin parah. Selain itu, penggunaan bedak bayi hanya bisa digunakan kalau biang keringat yang dialami Si Kecil masih kering dan belum berubah menjadi gelembung yang basah.

4. Pakaian dengan bahan yang tepat dapat mencegah biang keringat pada bayi

Pakaian yang terbuat dari materi alami seperti katun yang lebih menyerap keringat dan tidak panas, sehingga mengurangi resiko biang keringat. Karena itu, hindari pakaian bayi yang terbuat dari bahan sintetis. Toh, pakaian dari materi alami juga akan membuat bayi merasa lebih nyaman.

5. Jangan kenakan pakaian bayi yang terlalu ketat

Pakaian bayi yang terlalu ketat membuat keringat jadi terperangkap di kulit bayi dan meningkatkan resiko biang keringat. Jadi, pilihlah pakaian bayi yang agak longgar ya, Bunda. Untuk pakaian yang memang melekat pada kulit seperti topi, kaos kaki, ataupun legging, pilihlah pakaian yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti yang telah disebutkan pada poin sebelum ini.

6. Mandikan bayi dengan baik

Saat memandikan bayi, bersihkan tubuh bayi dengan sempurna, termasuk bagian lipatan kulit bayi seperti leher dan lipatan paha. Bagian lipatan kulit seperti ini sering lalai dibersihkan dengan baik, sehingga keringat menumpuk dan menyebabkan biang keringat. Setelah mandi, keringkan pula seluruh tubuh bayi, termasuk lipatan kulitnya, dengan sempurna hingga benar-benar kering.

7. Jaga agar si kecil tidak menggaruk kulitnya yang gatal

Potong kuku si kecil secara rutin agar kukunya tidak terlalu panjang.Bunda juga bisa memakaikan sarung tangan pada si kecil agar dia tidak menggaruk kulitnya yang gatal. Biang keringat yang digaruk bisa menjadi semakin parah dan infeksi.

Masalah biang keringat merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi pada bayi, bahkan biang keringat pada bayi baru lahir. Tahukah Bunda bahwa bayi yang berada dalam inkubator pun bisa mengalami biang keringat? Walaupun tampak sepele, bila tidak diatasi dengan baik, biang keringat bisa jadi semakin parah dan membuat kulit si kecil terasa sangat gatal. Bila biang keringat yang dialami si kecil sudah sangat merah dan menjadi basah, tak ada salahnya berkonsultasi pada dokter anak untuk menemukan solusi terbaik. Tentu saja, pencegahan lebih baik dari pada penyembuhan.

Saat kulit bayi masih sehat dan bebas biang keringat, jaga selalu kesehatannya dengan penggunaan produk bayi yang sesuai. Kalau kulit bayi sehat, aktivitas bayi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya tak akan terganggu. Si kecil bebas mengeksplorasi dunianya dan menerima berbagai stimulasi yang Bunda berikan kepadanya. Semoga si kecil selalu sehat ya, Bunda.

Sumber:

health.liputan6.com/read/643926/biang-keringat-akibat-tersumbatnya-pori-pori-kulit

ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/tanya.jawab/bedak.bayi.untuk.biang.keringat/001/006/349/1/1

https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-heat-rash-basics

Go to Top