Lewati ke:
25 Juni 2025
Kulit adalah pelindung pertama tubuh, termasuk bagi bayi dan anak-anak. Karena lebih tipis dan sensitif dibanding kulit orang dewasa, mereka lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dan polusi. Itulah mengapa cara menjaga kesehatan kulit anak perlu dilakukan setiap hari, bukan sekadar menjaga kebersihan, tapi juga memastikan kenyamanan dan perlindungan menyeluruh.
Nah, di artikel ini, Bunda akan menemukan panduan perawatan kulit bayi dan anak-anak, perbedaan kebutuhan kulit mereka, serta langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan di rumah. Yuk, baca hingga tuntas!
Bagaimana Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Kulit Bayi?
Perawatan kulit bayi memang butuh perhatian lebih, terutama untuk usia 0-2 tahun. Di masa ini, kulit si Kecil masih sangat halus, sensitif, dan cepat bereaksi terhadap rangsangan luar. Karena lapisan pelindung kulitnya belum berkembang sempurna, setiap tindakan perawatan harus dilakukan dengan lembut dan penuh kehati-hatian untuk mencegah iritasi atau infeksi.
Berikut beberapa hal penting yang bisa Bunda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit bayi:
1. Mandikan bayi secara teratur
Memandikan si Kecil dua kali sehari bisa membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah penumpukan kotoran serta keringat yang memicu iritasi. Begitu pula jika Bunda mengikuti cara memandikan bayi yang benar dan aman.
Gunakan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut dan bebas pewangi agar kulit tetap bersih tanpa kehilangan kelembapannya. Jangan lupa untuk membersihkan dengan teliti area-area tersembunyi seperti belakang telinga, leher, siku, dan sela-sela jemari.
2. Jaga kebersihan area lipatan kulit
Lipatan-lipatan kulit pada bayi cenderung menjadi lembap dan mudah menjadi tempat berkembangnya jamur. Setelah mandi, pastikan area seperti leher, paha, dan ketiak dikeringkan dengan handuk lembut, dengan cara ditepuk perlahan, bukan digosok. Hal sederhana ini bisa mencegah iritasi atau infeksi ringan.
3. Pilih produk perawatan kulit yang aman
Karena kulit bayi masih sangat sensitif, sebaiknya gunakan produk perawatan yang memang diformulasikan khusus untuk bayi. Ingat, Bun. Lapisan kulit bayi 30% lebih tipis dari orang dewasa. Hal ini yang membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan kehilangan kelembapan lebih cepat¹.
Hindari sabun atau lotion dengan kandungan alkohol, pewangi tajam, atau bahan keras lainnya. Pilihan yang tepat akan membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah reaksi alergi. Untuk pilihan aman, Bunda bisa menggunakan Zwitsal Hair & Body Bath Milky Honey yang punya formula lembut dan sudah teruji secara dermatologis.
Sabun bayi ini mengandung Ekstrak Madu serta 6x Prebiotic Moisturizer yang membantu menjaga kelembapan kulit, melindungi dari kekeringan, dan menutrisi bakteri baik di kulit bayi. Hasilnya? Kulit si Kecil tetap lembap, lembut, dan sehat sepanjang hari.
4. Lindungi kulit dari sinar matahari
Matahari memang baik untuk produksi vitamin D, tapi paparan yang berlebihan bisa merusak kulit bayi. Menjemur bayi sebaiknya dilakukan sebelum pukul 09.00 pagi dengan durasi singkat. Hindari sinar matahari langsung di siang hari, terutama saat kulit bayi tidak dilindungi oleh pakaian.
5. Cegah alergi dan infeksi sejak dini
Jika bayi memiliki riwayat alergi, kenakan pakaian berbahan katun yang menutupi sebagian besar tubuh untuk mengurangi kontak langsung dengan alergen. Jika muncul ruam atau gatal yang tak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Zwitsal juga menyediakan layanan Free Teleconsultation jika Bunda ingin bertanya seputar kondisi kulit si Kecil tanpa perlu ke luar rumah.
6. Ganti popok dengan rutin dan bersihkan dengan benar
Area popok termasuk yang paling rentan terhadap kelembapan berlebih dan gesekan, yang bisa menyebabkan ruam popok atau infeksi jamur. Setiap kali mengganti popok, bersihkan kulit bayi dengan air hangat atau tisu basah khusus bayi, lalu keringkan dengan lembut. Gunakan krim anti-ruam popok, seperti Zwitsal Daily Diaper Cream jika diperlukan agar kulit tetap sehat dan tidak iritasi.
7. Pastikan kebersihan pakaian dan tempat tidur bayi
Kain atau pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit bayi bisa menjadi pemicu iritasi jika tidak bersih. Cuci pakaian bayi dengan detergen khusus yang bebas pewangi dan pewarna. Ganti seprai dan handuk secara rutin untuk menghindari penumpukan kuman dan debu yang tak kasat mata.
8. Perhatikan suhu dan kelembapan ruangan
Kulit bayi sangat mudah kering, terutama di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di kamar bayi. Pastikan si Kecil tidak kepanasan atau kedinginan, karena suhu ekstrem juga bisa memicu ruam atau kering pada kulit.
Bagaimana Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Kulit Anak-Anak?
Memasuki usia 2 hingga 12 tahun, anak-anak semakin aktif. Aktivitas luar ruangan, produksi keringat, dan kontak dengan lingkungan bisa memicu gangguan kulit jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, perawatan kulit anak-anak perlu disesuaikan. Tidak hanya menjaga kebersihan, tapi juga melindungi kulit dari paparan sinar matahari, kotoran, dan gesekan yang bisa memicu iritasi.
Berikut beberapa cara menjaga kesehatan kulit anak-anak:
1. Ajarkan kebiasaan membersihkan diri
Saat anak-anak mulai aktif bergerak dan bermain, mereka lebih mudah terkena keringat, debu, dan polusi. Mandi dua kali sehari tetap jadi dasar penting dalam menjaga kesehatan kulit. Selain itu, ajarkan anak untuk segera mencuci tangan dan bagian tubuh lain setelah bermain di luar atau bersentuhan dengan tanah.
2. Gunakan produk perawatan sesuai usia
Kulit anak-anak membutuhkan formula yang berbeda dari bayi. Pilih sabun dan sampo yang dirancang khusus untuk anak, yang tetap lembut namun cukup efektif membersihkan kotoran. Hindari produk dewasa yang mengandung antiseptik atau alkohol karena bisa membuat kulit anak kering atau iritasi.
Untuk anak Bunda, coba pakai Zwitsal Kids 2-in-1 Hair & Body Wash – Natural & Nourishing Care. Sabun sekaligus sampo ini pasti bikin si Kecil senang, karena wanginya yang lembut dan busanya yang melimpah. Sabun praktis ini juga mengandung bahan alami aloe vera dan madu yang dapat melembapkan kulit dan rambut.
3. Jaga kelembapan kulit anak
Kondisi kulit kering pada anak bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bahkan gatal. Untuk menjaga kelembapan kulit, gunakan losion setelah mandi dan pastikan anak cukup minum air putih setiap hari. Jika anak sering berada di ruang ber-AC, pertimbangkan juga penggunaan humidifier.
4. Lindungi kulit anak dari sinar UV
Bermain di luar itu sehat, tapi terlalu banyak terpapar sinar matahari juga bisa berdampak buruk. Para ahli menyebut masa kanak-kanak sebagai "jendela paling rentan" terhadap sinar UV. Artinya, kerusakan kulit yang terjadi sejak dini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti melanoma saat dewasa².
Gunakan tabir surya khusus anak-anak, terutama bila mereka akan bermain di luar rumah dalam waktu lama. Kenakan juga pakaian yang menutupi kulit namun tetap nyaman agar anak terlindungi tanpa merasa gerah.
5. Tangani masalah kulit sejak awal
Ruam, gatal, atau lecet kecil sebaiknya tidak diabaikan. Bila gejalanya memburuk atau berlangsung lebih dari beberapa hari, Bunda bisa selalu memanfaatkan layanan Free Teleconsultation dari Zwitsal untuk mendapatkan saran langsung dari tenaga medis profesional tanpa perlu antre di klinik.
Apakah Ada Perbedaan Kebutuhan Kulit Bayi dan Anak-Anak?
Tentu saja kebutuhan kulit bayi dan anak-anak cukup berbeda. Meskipun sama-sama sensitif, tingkat ketahanan dan fungsi pelindung kulit bayi belum sekuat anak-anak.
Memahami perbedaan ini akan membantu Bunda menyesuaikan cara merawat kulit tubuh agar sehat dan bersih sesuai usia dan kebutuhan si Kecil. Ini juga bagian dari bagaimana cara menjaga kesehatan kulit sejak dini, yang bisa membawa dampak jangka panjang untuk kesehatan mereka.
Beberapa perbedaannya antara lain:
Kulit bayi lebih tipis dan cepat kehilangan kelembapan, sehingga butuh perlindungan ekstra setiap hari.
Produk bayi harus sangat lembut dan bebas bahan aktif kuat, sedangkan anak-anak bisa mulai menggunakan produk dengan perlindungan tambahan seperti sunscreen.
Bayi belum bisa membersihkan diri sendiri, maka orang tua perlu memberi perhatian penuh. Sedangkan anak-anak bisa mulai diajarkan untuk menjaga kebersihan tubuhnya.
Kelembapan kulit bayi lebih mudah terganggu, jadi pemberian pelembap setelah mandi sangat dianjurkan.
Menjaga kulit tetap bersih dan lembap adalah bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan. Jika Bunda masih bingung harus mulai dari mana, jangan khawatir. Cukup mulai dari langkah sederhana: kenali jenis kulit si Kecil, jaga kelembapannya, dan terapkan cara merawat kulit tubuh agar sehat dan bersih setiap hari. Semoga beberapa tips agar kulit tubuh sehat dan lembap dalam artikel ini bisa menjadi panduan praktis untuk hari-hari Bunda bersama si Kecil!
Referensi:
1. Tina Lavender, Carol Bedwell, Ediri O'Brien, dkk. 2011. Infant skin-cleansing product versus water: A pilot randomized, assessor-blinded controlled trial. Diambil dari https://doi.org/10.1186/1471-2431-11-35
2. Adele C Green, Sarah C Wallingford, Penelope McBride. 2011. Childhood exposure to ultraviolet radiation and harmful skin effects: Epidemiological evidence. Diambil dari https://doi.org/10.1016/j.pbiomolbio.2011.08.010