Momen Kehamilan

Yuk, Kenali 3 Tahap Proses Persalinan Secara Normal!

29 July 2017

Umumnya, proses persalinan secara normal terbagi ke dalam 3 tahapan. Pada pengalaman melahirkan yang pertama, seorang ibu hamil bisa menjalani ketiga tahapan tersebut dalam waktu 12-24 jam. Akan tetapi, setiap ibu hamil tentu mengalami setiap tahap tersebut dengan cara yang berbeda-beda. Nah, agar Bunda lebih siap dan tenang dalam menghadapi persalinan, ada baiknya membekali diri dengan pengetahuan seputar ketiga tahapan dalam proses persalinan normal.   Berikut ini adalah 3 tahap menuju proses kelahiran si kecil:

  1. Tahap Pertama
  2. Di tahap pertama, kontraksi terjadi secara berangsur-angsur dan leher rahim Bunda terbuka sedikit demi sedikit. Kontraksi awal berlangsung selama 30-45 menit dan terjadi setiap 15-20 menit. Selama masa ini, Bunda masih bisa melakukan kegiatan di rumah. Namun, ketika kontraksi mulai terjadi setiap 5 menit dan berlangsung semakin intens, Bunda harus segera dibawa ke rumah sakit atau bidan terdekat. Selain itu, tanda-tanda lain pada tahap ini yang menunjukkan bahwa Bunda harus segera dibawa ke rumah sakit atau bidan, adalah:

    • Keluar lendir agak kental dan bercampur sedikit darah dari vagina.
    • Kantung ketuban pecah diikuti keluarnya air ketuban.
    • Nyeri dan pegal di daerah panggul yang kemudian menjalar ke pangkal paha dan perut bagian bawah.
    • Leher rahim (perut bagian bawah) terasa panas dan sakit.
  3. Tahap Kedua
  4. Proses di mana Bunda mendorong bayi keluar terjadi di tahap kedua persalinan. Ketika dokter atau bidan mengatakan bahwa bukaan leher rahim sudah mencapai 10, maka biasanya keinginan untuk mengejan atau mendorong keluar kepala bayi akan datang dengan sendirinya. Rasanya seperti si kecil ingin keluar dan Bunda tinggal membantu mendorongnya.

    Saat mengejan,ibu melahirkan disarankan untuk tidak memejamkan mata agar pembuluh darah di sekitar mata tidak pecah. Selain itu, ibu melahirkan juga tidak disarankan mengangkat panggul saat mengejan, agar tidak terjadi robekan yang lebar pada perineum (jalan lahir). Bunda cukup mengatur napas dan mengejan mengikuti irama dorongan yang datang.

  5. Tahap Ketiga
  6. Proses mengeluarkan plasenta adalah tahap terakhir. Dokter atau bidan bisa memberikan suntikan yang dapat memancing kontraksi untuk mengeluarkan plasenta. Kontraksinya sendiri tidaklah sekuat saat mengeluarkan bayi. Selanjutnya, jika robekan perineum cukup lebar, dokter atau bidan akan memberikan jahitan dengan persetujuan Bunda.

Kini Bunda sudah memiliki gambaran tentang tahapan proses melahirkan sehingga diharapkan Bunda bisa lebih siap dan tenang menanti hari persalinan tiba. Sebagai penyemangat, para ibu hamil bisa mengutip perkataan Tiffany A. Moore-Simas, MD, MPH, MEd, FACOG, direktur Divisi Penelitian Obstetri dan Ginekologi di University of Massachusetts Medical School. Ia mengatakan, “Proses persalinan mungkin berbeda pada setiap wanita. Tapi, tujuan akhirnya tetaplah seorang ibu dan bayi yang sehat. Bagaimanapun, melahirkan adalah pengalaman yang indah.” Selamat menanti kelahiran si kecil!

Sumber:

ayahbunda.co.id/kelahiran-gizi-kesehatan/tahapan-proses-persalinan-

ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/lima-tanda-siap-melahirkan

webmd.com/baby/features/childbirth-stages-delivery

babycentre.co.uk/a177/the-stages-of-childbirth

Diakses pada 25 Januari 2016

Kindly link to: https://www.zwitsal.co.id/kehamilan/inspirasi-cemilan-sehat-ibu-hamil/

Kindly link to: https://www.zwitsal.co.id/kehamilan/persiapan-menghadapi-persalinan/

Kindly link to: https://www.zwitsal.co.id/kehamilan/santai-menjelang-persalinan/

Go to Top