Lewati ke:
Dipublish: 23 Januari 2026
Biduran di malam hari tentu sering membuat si Kecil rewel, sulit tidur, bahkan terbangun berkali-kali karena rasa gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini biasanya terjadi karena efek alergi, perubahan suhu, hingga gigitan serangga. Untuk membantu AyBun lebih siap merawat kulit si Kecil, cari tahu penyebab biduran di malam hari pada bayi, kapan kondisi ini perlu diwaspadai, serta cara mengatasinya agar tidur si Kecil kembali nyenyak.
Apa Itu Biduran pada Bayi?
Biduran pada bayi adalah reaksi kulit berupa bentol atau ruam kemerahan yang bisa muncul di satu area atau menyebar ke beberapa bagian tubuh. Bentol ini biasanya terasa gatal, hangat, dan dapat berpindah-pindah. Pada malam hari, biduran sering terlihat lebih jelas karena tubuh bayi sedang beristirahat dan menjadi lebih sensitif.
Karena kulit bayi masih sangat tipis dan belum berkembang sempurna, reaksi terhadap perubahan di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar bisa muncul lebih cepat. Itulah sebabnya kulit bayi perlu perhatian ekstra dari AyBun, terutama saat waktu tidur.
Apa Penyebab Biduran di Malam Hari pada Bayi?
Secara medis, dari studi yang dilakukan Kayiran dan Akdeniz (2019), biduran memang dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti alergi, infeksi ringan, hingga pengaruh suhu dan lingkungan sekitar¹. Yuk, kenali penyebabnya satu per satu agar AyBun bisa lebih mudah menentukan langkah perawatan yang tepat untuk si Kecil.
1. Reaksi alergi terhadap makanan
ASI atau MPASI yang mengandung alergen seperti susu sapi, telur, atau seafood dapat memicu reaksi pada kulit bayi. Karena reaksinya bisa muncul beberapa jam setelah konsumsi, biduran sering baru terlihat saat malam hari ketika tubuh bayi mulai beristirahat.
2. Suhu tubuh meningkat saat tidur
Saat bayi tidur, suhu tubuhnya bisa naik secara alami. Bisa karena ruangan yang sumpek dan panas, bisa karena pakaiannya atau selimut yang terlalu tebal. Nah, kondisi ini dapat memicu pelepasan histamin di dalam tubuh, yang kemudian menimbulkan bentol dan rasa gatal pada kulit bayi.
3. Keringat berlebih
Si Kecil biasanya mudah berkeringat, terutama di area lipatan seperti leher, ketiak, dan paha. Jika kulit dibiarkan lembap terlalu lama, kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab biduran di malam hari karena kulit bayi lebih mudah mengalami iritasi saat tidur.
Beberapa studi dermatologi juga menjelaskan bahwa gangguan pada proses berkeringat dapat memengaruhi kelembapan dan daya tahan lapisan pelindung kulit². Pada bayi dengan kulit yang masih sangat sensitif, kondisi ini membuat kulit lebih mudah bereaksi dan memicu biduran di malam hari.
4. Bahan pakaian atau selimut
Pakaian tidur, bedong, atau selimut dengan bahan yang kurang lembut dapat menggesek kulit bayi sepanjang malam. Meski terasa ringan, gesekan ini cukup untuk memicu iritasi karena kulit bayi masih tipis dan sangat sensitif.
5. Gigitan serangga
Nyamuk dan serangga kecil biasanya lebih aktif di malam hari. Tak hanya pada kulit AyBun, gigitan serangga pada kulit si Kecil dapat menimbulkan bentol kemerahan yang terasa gatal dan sering disangka sebagai biduran.
6. Sabun atau produk perawatan yang kurang lembut
Produk mandi atau perawatan yang tidak diformulasikan khusus untuk bayi dapat meninggalkan sisa pada kulit. Saat bayi berkeringat di malam hari, sisa ini bisa memicu reaksi iritasi atau alergi.
Karena itu, pastikan semua produk perawatan yang digunakan memang sudah diformulasikan untuk kulit bayi yang sensitif. Biasanya produk untuk bayi sudah hypoallergenic, dermatologically tested, dan punya pH seimbang untuk mengurangi risiko iritasi.
7. Udara dingin atau perubahan suhu mendadak
Paparan udara dingin dari AC atau kipas angin dapat memicu reaksi kulit pada sebagian bayi. Perubahan suhu yang terjadi saat malam hari ini juga termasuk penyebab biduran di malam hari, terutama pada bayi dengan kulit yang sensitif terhadap suhu.
8. Infeksi virus ringan
Saat bayi mengalami infeksi ringan seperti flu, tubuhnya sedang bekerja melawan virus. Proses ini kadang disertai reaksi kulit berupa biduran, yang sering terlihat lebih jelas di malam hari.
Apakah Biduran pada Bayi Berbahaya?
Sebenarnya, sebagian besar biduran yang terjadi di malam hari pada bayi bersifat ringan. Kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam hingga hari, jika penyebab biduran di malam hari sudah diketahui.
Namun, AyBun tetap perlu waspada jika biduran disertai gejala lain yang mengganggu kondisi bayi secara keseluruhan. AyBun sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter jika melihat beberapa hal ini.
- Biduran masih terjadi dan semakin parah selama lebih dari 24 jam
- Si Kecil tampak sangat rewel dan kesakitan
- Muncul pembengkakan di bibir, mata, atau wajah
- Si Kecil mengalami sesak napas atau muntah
- Biduran sering kambuh tanpa penyebab yang jelas
Jika AyBun masih ragu apakah biduran yang muncul berkaitan dengan alergi atau hanya iritasi ringan, berkonsultasi dengan tenaga medis bisa menjadi langkah awal yang menenangkan. AyBun juga dapat memanfaatkan layanan Teleconsultation Gratis dari Zwitsal untuk mendapatkan arahan awal dari ahli, sehingga AyBun bisa lebih tenang sebelum menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Cara Mengatasi Biduran pada Bayi di Malam Hari
Biduran di malam hari bisa membuat bayi sulit tidur dan semakin rewel. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa AyBun lakukan di rumah untuk membantu meredakan gatal sekaligus menjaga kulit si Kecil tetap nyaman sepanjang malam.
1. Pastikan suhu kamar sejuk dan nyaman
Suhu kamar yang terlalu panas dapat membuat bayi berkeringat dan memperparah rasa gatal. Usahakan kamar tidur terasa sejuk, dengan sirkulasi udara yang baik, agar kulit bayi tetap kering dan nyaman saat tidur.
AyBun bisa menggunakan AC dengan suhu sejuk yang stabil, tidak terlalu dingin, agar bayi tetap nyaman saat tidur. Jika menggunakan kipas angin, sebaiknya arahkan ke dinding atau sudut ruangan, bukan langsung ke tubuh si Kecil, supaya sirkulasi udara tetap baik tanpa membuat kulitnya terpapar angin dingin secara langsung.
2. Gunakan pakaian tidur berbahan katun yang lembut
Pilih pakaian tidur berbahan katun yang ringan dan menyerap keringat. Bahan yang lembut membantu mengurangi gesekan pada kulit bayi, sehingga risiko iritasi dan biduran bisa diminimalkan.
AyBun bisa memilihkan pakaian tidur berbahan katun alami, seperti katun combed atau katun organik. Bahan pakaian ini akan terasa lebih lembut di kulit dan membantu mengurangi gesekan saat bayi bergerak di malam hari.
3. Mandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku
Memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku dapat membantu menenangkan kulit yang sedang gatal dan terasa tidak nyaman. Suhu air yang pas membantu membersihkan keringat dan sisa kotoran tanpa membuat kulit bayi kehilangan kelembapan alaminya.
Saat mandi, basuh kulitnya dengan gerakan lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras agar kulit si Kecil tetap terasa nyaman sebelum kembali beristirahat. AyBun bisa memandikan si Kecil dengan Zwitsal Hair & Body Bath Milky Honey.
Sabun mandi bayi ini lembut untuk penggunaan sehari-hari maupun saat kulit bayi sedang mengalami biduran. Kandungan Ekstrak Madu dan 6x Prebiotic Moisturizer membantu menjaga kelembapan kulit, sehingga kulit bayi tetap terlindungi dari rasa kering yang dapat memperparah gatal dan iritasi.
4. Oleskan pelembap khusus bayi untuk menjaga kelembapan kulit
Kulit bayi yang terjaga kelembapannya akan terasa lebih tenang dan tidak mudah gatal. Setelah mandi, oleskan pelembap khusus bayi secara merata, terutama pada area yang tampak kering atau kemerahan, agar kulit tetap nyaman sepanjang malam.
AyBun bisa menggunakan Zwitsal Face & Body Care Cream dengan 10x Prebiotic Moisturizer yang membantu melembapkan kulit hingga 24 jam sekaligus menjaga skin barrier si Kecil. Kandungan Ekstrak Chamomile di dalamnya akan memberi rasa nyaman, sementara Vitamin E membantu menutrisi kulit agar tetap lembut. Formulanya sudah hypoallergenic, teruji oleh dokter kulit, dan aman untuk kulit bayi yang kering maupun sensitif, termasuk saat kulit sedang mengalami biduran.
5. Jaga kuku bayi tetap pendek dan bersih
Kuku bayi yang panjang dapat melukai kulit saat refleks menggaruk muncul. Dengan menjaga kuku tetap pendek dan bersih, AyBun membantu melindungi kulit bayi dari iritasi tambahan. Jika diperlukan, AyBun bisa mengenakan sarung tangan ketika si Kecil sedang biduran.
Cara Mencegah Biduran pada Bayi agar Tidur Lebih Nyenyak
Pencegahan selalu lebih baik agar bayi bisa tidur nyaman sepanjang malam. AyBun bisa mencoba beberapa hal ini agar risiko biduran di malam hari bisa berkurang.
1. Perhatikan reaksi bayi terhadap makanan baru
Saat memperkenalkan makanan baru, AyBun bisa amati kondisi kulit bayi dalam beberapa jam hingga satu hari setelahnya. Jika muncul kemerahan, bentol, atau rasa gatal, sebaiknya hentikan dulu dan catat makanan yang dicurigai sebagai pemicu.
2. Gunakan produk mandi dan perawatan yang lembut dan aman untuk kulit sensitif
Ingat, AyBun. Kulit si Kecil dan kulit AyBun berbeda, sehingga produk yang digunakan pun tidak bisa digunakan bersama.
Pilih produk yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi, dengan kandungan yang lembut dan minim risiko iritasi. Produk yang tepat membantu menjaga keseimbangan kulit dan mencegah reaksi berlebih saat bayi berkeringat di malam hari.
3. Ganti pakaian bayi jika berkeringat
Keringat yang menempel terlalu lama dapat membuat kulit bayi lembap dan mudah iritasi. Mengganti pakaian sebelum tidur atau saat bayi berkeringat membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman.
4. Pastikan seprai, selimut, dan bedong selalu bersih
Perlengkapan tidur yang bersih membantu mengurangi paparan debu, keringat, dan sisa detergen yang bisa memicu iritasi. Gunakan detergen yang lembut dan bilas hingga bersih agar aman untuk kulit bayi.
5. Jaga rutinitas tidur yang konsisten dan menenangkan
Rutinitas tidur yang teratur membantu tubuh bayi lebih rileks dan nyaman. Suasana yang tenang sebelum tidur juga mendukung kondisi kulit tetap stabil, sehingga risiko biduran di malam hari dapat diminimalkan.
Dengan memahami penyebab biduran di malam hari, mulai dari alergi makanan, suhu tubuh yang meningkat saat tidur, keringat berlebih, bahan pakaian atau selimut, hingga pengaruh udara dingin dan infeksi ringan, AyBun bisa lebih sigap menjaga kenyamanan si Kecil. Perawatan yang tepat dan perhatian kecil yang konsisten akan membantu kulit bayi tetap tenang, sehingga tidurnya pun lebih nyenyak setiap malam.
Referensi:
1. Melek Aslan Kayiran, Necmettin Akdeniz. 2019. Diagnosis and treatment of urticaria in primary care. Diambil dari Northern Clinics of Istanbul 6(1):93-99 https://doi.org/10.14744/nci.2018.75010
2. Tetsuo Shiohara, Yoshiko Mizukawa, Yurie Shimoda-Komatsu, Yumi Aoyama. 2018. Sweat is a most efficient natural moisturizer providing protective immunity at points of allergen entry. Diambil dari Allergology International Volume 67, Issue 4 https://doi.org/10.1016/j.alit.2018.07.010