Menstimulasi Sistem Vestibular Bayi

29 July 2017

Indera penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa memiliki fungsinya masing-masing. Tapi, tiap indera ini juga ‘bekerja sama’ satu sama lain dalam menjalankan berbagai fungsi tubuh. Contohnya, indera penciuman dan perasa bekerja sama saat makan untuk membantu manusia merasakan makanannya.

Salah satu sistem dalam tubuh yang merupakan hasil kerja sama berbagai indera adalah sistem vestibular. Fungsi sistem vestibular yang paling banyak dikenal adalah untuk menjaga keseimbangan tubuh. Tapi, sebenarnya sistem vestibular juga memiliki peran dalam mengatur postur tubuh, koordinasi tubuh, serta penglihatan. Itu sebabnya masalah dalam sistem vestibular bisa mengakibatkan masalah vertigo, meningkatnya detak jantung, mual, kurang baiknya keseimbangan tubuh, hingga masalah akademis.

Kerja sistem vestibular tubuh menggabungkan kerja dari beberapa indera, yaitu indera penglihatan, indera pendengaran, serta indera perasa. Hilang atau berkurangnya fungsi pada salah satu dari ketiga indera tersebut bisa mengakibatkan hilang atau berkurangnya kerja sistem vestibular tubuh. Misalnya, saat gelap, kadang-kadang Bunda akan merasa seperti sedang jatuh.

Karena itulah, stimulasi sistem vestibular sejak dini sangat penting bagi perkembangan bayi. Stimulasi bisa diberikan dengan sederhana, yaitu dengan membiasakan si kecil dengan gerakan. Misalnya:

  1. Mengayun bayi Saat masih bayi, Bunda mungkin biasa mengayun si kecil saat menggendongnya. Gerakan sederhana ini bisa menjadi stimulasi bagi sistem vestibular si kecil.
  2. Memutar bayi Berputarlah saat sedang menggendong bayi di depan dada Bunda. Tapi tentu saja, lakukan hal ini dengan hati-hati agar tidak terjatuh, ya.
  3. Akselerasi Pernah mengangkat si kecil dan menggendongnya tinggi ke udara? Tawa senang yang dikeluarkan si kecil saat Ayah atau Bunda melakukan hal ini bukan satu-satunya hal yang Bunda dapatkan, karena hal ini juga merupakan stimulasi bagi sistem vestibular bayi.

Stimulasi di atas merupakan stimulasi yang bisa Bunda berikan saat si kecil masih bayi dan belum bisa bergerak aktif sendiri. Setelah si kecil agak dewasa, gerakan yang ia lakukan seperti berlari dan melompat juga merupakan stimulasi pada sistem vestibularnya. Jadi, jangan ragu untuk membiarkan anak aktif bergerak, ya.

Sumber:

raycralle.com/index.php/physical-therapy-hyperbaric-oxygen-news/more-about-joomla/184-vestibular-system-aphasia

brillbaby.com/teaching-baby/physical-development/baby-swinging-spinning.php

spdaustralia.com.au/the-vestibular-system/

Go to Top