Lewati ke:
Dipublish: 23 Januari 2026
Tummy time adalah salah satu aktivitas sederhana namun penting dalam masa tumbuh kembang bayi. Lewat posisi tengkurap yang dilakukan secara terkontrol dan aman, tummy time membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, sekaligus mendukung kesiapan bayi untuk milestone berikutnya seperti berguling, duduk, hingga merangkak. Jika AyBun masih ragu melakukannya, simak artikel ini lebih lanjut untuk tahu manfaatnya, cara melakukannya dengan benar, hingga durasi ideal sesuai usia bayi.
Apa Itu Tummy Time dan Kenapa Penting untuk Bayi?
Tummy time adalah momen saat bayi diletakkan tengkurap ketika ia sedang terjaga dan ditemani orang dewasa. Aktivitas ini sering terlihat sederhana, tapi punya peran besar dalam mendukung tumbuh kembang bayi sejak dini.
Lewat tummy time, bayi perlahan belajar mengangkat kepala, menopang tubuh dengan lengan, dan menguatkan otot leher, bahu, punggung, serta lengan. Posisi ini juga membantu mencegah kepala bayi terlalu sering bertumpu pada satu sisi, yang bisa membuat bentuk kepala kurang seimbang.
Dari sisi sensorik, tummy time memberi bayi sudut pandang baru untuk mengenali dunia di sekitarnya. Bayi bisa melihat wajah AyBun dari arah berbeda, mendengar suara dengan lebih fokus, dan mulai bereksplorasi dengan cara yang menyenangkan serta penuh kedekatan.
Kapan Bayi Bisa Mulai Tummy Time?
Bayi sebenarnya sudah bisa mulai tummy time sejak usia newborn, bahkan sejak hari-hari pertama setelah lahir, selama kondisinya sehat dan dilakukan sebentar saja. Di awal, tummy time bisa dimulai dengan cara paling sederhana, yaitu menengkurapkan bayi di dada AyBun. Posisi ini membantu bayi merasa aman, hangat, dan tetap dekat secara emosional.
Seiring bertambahnya usia dan kekuatan ototnya, tummy time bisa dilakukan di permukaan datar seperti kasur atau matras khusus bayi. Yang terpenting, AyBun selalu mendampingi dan memastikan bayi merasa nyaman di setiap tahapnya, ya.
Berapa Lama Durasi Tummy Time yang Tepat Sesuai Usia Bayi?
Durasi tummy time sebaiknya mengikuti usia dan kesiapan bayi, jadi tidak perlu dipaksakan lama dalam satu waktu. Sebagai orang tua, wajar kalau AyBun khawatir bayi cepat lelah atau rewel. Kuncinya adalah mulai perlahan, dilakukan rutin, dan selalu memperhatikan respons bayi.
1. Usia 0-1 bulan
Tummy time bisa dimulai sekitar 1-2 menit per sesi, dilakukan beberapa kali sehari. Di tahap ini, bayi mungkin baru mampu mengangkat kepala sebentar atau menoleh ke kanan dan kiri. Fokus utamanya masih pada pengenalan posisi tengkurap dan rasa aman.
2. Usia 2-3 bulan
Durasi dapat ditingkatkan bertahap hingga total 20-30 menit per hari, tetap dibagi dalam beberapa sesi pendek. Bayi biasanya mulai bisa mengangkat kepala lebih stabil dan menopang dada dengan lengan, sehingga tummy time terasa lebih nyaman.
3. Usia 4-6 bulan
Bayi umumnya sudah lebih kuat menopang tubuhnya dan terlihat lebih aktif mendorong badan ke atas atau berusaha bergerak. Di usia ini, tummy time bisa dilakukan lebih lama dan lebih aktif, selama bayi tampak tenang dan tidak rewel.
Namun, AyBun tidak perlu terpaku pada angka, ya. Selama bayi terlihat tenang, penasaran dengan sekitarnya, dan menikmati momennya, durasi tummy time sudah sesuai dengan kebutuhannya.
Hal ini juga sejalan dengan jurnal dari Universitas Padjadjaran yang menunjukkan bahwa tummy time yang dilakukan secara rutin dengan durasi yang sesuai berkaitan dengan perkembangan bayi yang lebih optimal¹.
Bagaimana Cara Melakukan Tummy Time yang Benar dan Aman?
Agar tummy time terasa nyaman dan memberi manfaat optimal bagi tumbuh kembang si Kecil, AyBun bisa memperhatikan kondisi bayi, lingkungan sekitar, serta menjadikannya bagian dari rutinitas harian.
1. Pastikan bayi dalam kondisi terjaga dan nyaman
Lakukan tummy time saat bayi sedang tidak mengantuk atau lapar, misalnya setelah bangun tidur atau setelah ganti popok.
2. Pilih permukaan yang datar dan lembut
Gunakan kasur, matras bayi, atau alas dengan seprai yang halus agar bayi tidak merasa kasar saat bersentuhan dengan permukaan.
3. Posisikan bayi tengkurap dengan pengawasan penuh
Letakkan bayi secara perlahan, lalu tetap berada di dekatnya sepanjang tummy time berlangsung.
4. Dampingi dan ajak berinteraksi
AyBun bisa duduk sejajar dengan wajah bayi, mengajak bicara, tersenyum, atau meletakkan mainan di depannya agar tummy time terasa lebih menyenangkan.
5. Perhatikan kenyamanan kulit bayi
Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga gesekan dengan alas bisa membuatnya cepat tidak nyaman. Selain memastikan alas tetap lembut, jaga juga kelembapan kulit bayi untuk membantu kegiatan tummy time terasa lebih aman dan nyaman.
6. Jadikan tummy time sebagai rutinitas harian
Agar bayi lebih terbiasa, lakukan tummy time di momen yang sama setiap hari, seperti setelah mandi atau sebelum waktu bermain. Rutinitas yang konsisten tentunya membantu bayi lebih mudah beradaptasi.
7. Lakukan secara bertahap dan konsisten
Tidak perlu terburu-buru, AyBun. Mulai saja dari durasi singkat dan tingkatkan perlahan sesuai kesiapan bayi, karena setiap bayi memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda. Dengan pendekatan yang lembut dan konsisten, tummy time bisa menjadi bagian alami dari keseharian si Kecil sekaligus momen bonding hangat bersama AyBun.
Apa Kesalahan Umum Saat Tummy Time?
Walau terlihat sepele, tummy time sering terasa sulit karena ada beberapa kesalahan kecil yang tanpa disadari sering terjadi. Bukan karena AyBun kurang perhatian, tapi karena ingin cepat melihat hasil. Padahal, tummy time justru butuh ritme yang pelan dan penuh empati.
1. Mengejar durasi, bukan respons bayi
Banyak orang tua merasa tummy time harus "cukup lama" agar efektif. Padahal, memaksakan bayi bertahan saat sudah lelah justru membuatnya tidak nyaman. Perhatikan sinyal bayi, dan hentikan saat ia mulai gelisah.
2. Menganggap rewel berarti tummy time gagal
Bayi yang mengeluh sebentar bukan berarti tummy time tidak berhasil. Justru itu bagian dari proses adaptasi. Selama tangisnya ringan dan cepat reda saat ditenangkan, tummy time masih bisa dilanjutkan perlahan.
3. Melakukan tummy time hanya sesekali
Tummy time yang jarang dilakukan membuat bayi harus beradaptasi dari awal setiap kali mencobanya. Konsistensi dengan durasi pendek jauh lebih membantu dibanding satu sesi panjang tapi jarang.
4. Tidak menyesuaikan dengan kondisi kulit bayi
Kulit bayi yang sedang kering atau sensitif bisa membuat tummy time terasa kurang nyaman, meski alas yang digunakan sudah lembut. Gesekan ringan sekalipun dapat membuat bayi cepat gelisah dan ingin segera berganti posisi.
Sebelum tummy time, AyBun bisa memastikan kulit bayi dalam kondisi lembap dan tenang. Mengoleskan Zwitsal Face & Body Cream tipis-tipis membantu menjaga kelembapan kulit, sehingga bayi lebih betah saat beraktivitas tengkurap.
Krim ini diperkaya 10x Prebiotic Moisturizer yang membantu menjaga kelembapan kulit hingga 24 jam serta mendukung skin barrier bayi yang masih berkembang. Kandungan Ekstrak Chamomile membantu memberi rasa nyaman, sementara Vitamin E menutrisi kulit agar tetap lembut dan halus. Dengan kulit yang terasa nyaman, tummy time pun bisa berjalan lebih lancar tanpa gangguan rasa tidak nyaman.
5. Mengharapkan perkembangan yang sama pada setiap bayi
Membandingkan bayi sendiri dengan bayi lain sering membuat orang tua terburu-buru. Padahal setiap bayi punya ritme tumbuh kembang yang unik. Selama bayi menunjukkan progres kecil dan tetap nyaman, tummy time sudah berjalan dengan baik.
Tummy time bukan soal seberapa lama bayi tengkurap, tapi bagaimana AyBun menemani setiap prosesnya dengan penuh perhatian. Dengan memahami manfaat tummy time, durasi yang sesuai usia, cara melakukannya dengan aman, serta menjaga kenyamanan kulit bayi, tummy time bisa menjadi momen tumbuh kembang sekaligus bonding yang menyenangkan.
Referensi:
1. Marvella Graceria Titah, Edward Surjono, Johanes A. C. Prabowo, Andy Setiawan, Rita Dewi. 2025. Tummy Time and Development of 6- to 12-Month-Old Infants. Diambil dari Majalah Kedokteran Bandung (MKB) https://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/mkb/article/view/3928/pdf