Lewati ke:
Terakhir diperbarui: 26 Februari 2026
Fakta Seputar Dahak pada Bayi
- Dahak pada bayi sering disebabkan infeksi, alergi, iritasi lingkungan, atau refluks.
- Bayi belum bisa mengeluarkan lendir sendiri, sehingga perlu bantuan orang tua.
- Cara mengeluarkan dahak pada bayi bisa dimulai dari larutan saline, suction, uap hangat, hingga chest physiotherapy.
- Pastikan si Kecil juga cukup terhidrasi untuk membantu mengencerkan lendir dari dalam tubuh.
- Segera ke dokter jika bayi tampak sesak, demam tinggi, atau lendir tidak membaik dalam beberapa hari.
Mengeluarkan dahak pada bayi memang bisa jadi tantangan, apalagi saat si Kecil kesulitan bernapas atau tampak tidak nyaman. Penumpukan lendir bisa bikin bayi rewel, batuk, hingga sulit tidur. Kalau orang dewasa bisa berdehem atau batuk, si Kecil tentu butuh bantuan Bunda. Lalu, bagaimana cara mengeluarkan dahak pada bayi tanpa membuatnya makin tidak nyaman?
Apa Penyebab Dahak pada Bayi?
Dahak pada bayi bisa muncul karena berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab utamanya:
- Infeksi saluran pernapasan. Flu, pilek, bronkitis, atau infeksi virus dan bakteri lainnya dapat memicu produksi lendir berlebih di saluran napas bayi.
- Alergi. Reaksi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, tungau, atau makanan tertentu bisa membuat tubuh bayi memproduksi dahak sebagai bentuk perlindungan.
- Iritasi lingkungan. Paparan asap rokok, polusi udara, parfum menyengat, atau bahan kimia rumah tangga juga bisa mengiritasi saluran napas si Kecil dan memicu produksi lendir.
- Asma. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan kronis di saluran pernapasan dan menghasilkan dahak berlebih, meski pada bayi sering sulit dikenali tanpa diagnosis dokter.
- Refluks asam lambung (GERD). Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mengiritasi dan merangsang produksi lendir, terutama saat si Kecil tidur atau setelah menyusu.
Nah, kalau sudah mengetahui penyebab dahak pada bayi, Ayah dan Bunda bisa lebih mudah menentukan langkah penanganan dan cara mengeluarkan dahak pada bayi yang sesuai dan efektif.
Bagaimana Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Mudah?
Saat si Kecil batuk berdahak atau napasnya terdengar grok-grok, biasanya lendir menumpuk di hidung lalu mengalir ke tenggorokan. Karena bayi belum bisa membuang lendir sendiri, AyBun perlu membantu dengan cara yang tepat, mulai dengan menggunakan larutan saline hingga terapi uap.
Kombinasi metode medis dan perawatan rumahan berikut bisa menjadi cara mengeluarkan dahak pada bayi sekaligus cara menghilangkan dahak pada bayi secara bertahap dan aman.
1. Teteskan larutan saline untuk mengencerkan lendir
Larutan saline adalah cairan air garam steril yang berfungsi melembapkan dan mengencerkan lendir di rongga hidung. Penelitian yang dipublikasikan di Acta Paediatrica (2016) menunjukkan bahwa membersihkan hidung bayi dengan larutan saline dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dan membuat pernapasan lebih lega dalam waktu singkat¹.
Itulah sebabnya saline sering menjadi langkah awal yang direkomendasikan dokter saat bayi mengalami penumpukan lendir.
Cara penggunaan:
- Baringkan bayi dengan kepala sedikit dimiringkan.
- Teteskan 1-2 tetes saline ke masing-masing lubang hidung.
- Tunggu sekitar 30-60 detik agar lendir melunak.
Setelah lendir lebih cair, bayi akan lebih mudah bernapas dan lendir yang sebelumnya menetes ke tenggorokan dapat berkurang.
2. Gunakan nasal aspirator atau rubber bulb suction
Nasal aspirator dan rubber bulb suction adalah alat bantu untuk menyedot lendir dari hidung bayi. Metode ini efektif setelah saline diteteskan.
Cara penggunaan:
- Tekan bulb atau siapkan aspirator sebelum dimasukkan.
- Masukkan ujung alat secara perlahan, jangan terlalu dalam.
- Lepaskan tekanan atau aktifkan alat untuk menyedot lendir.
- Bersihkan alat setelah digunakan.
Hidung yang lebih bersih membantu mengurangi lendir yang turun ke tenggorokan, sehingga batuk berdahak biasanya ikut mereda.
3. Terapi uap hangat
Uap hangat membantu melembapkan saluran pernapasan dan membuat lendir lebih encer. Ini adalah cara menghilangkan dahak pada bayi yang cukup efektif tanpa perlu intervensi langsung.
Cara melakukannya:
- Nyalakan shower air hangat hingga kamar mandi beruap.
- Duduk bersama bayi selama 10-15 menit.
- Hindari tambahan minyak agar tidak mengiritasi.
- Udara lembap membantu lendir lebih mudah bergerak keluar, baik melalui batuk maupun saat hidung dibersihkan.
4. Lakukan chest physiotherapy ringan (tepuk punggung)
Chest physiotherapy adalah teknik sederhana untuk membantu melonggarkan lendir di saluran napas agar lebih mudah keluar melalui batuk. Pada bayi, teknik ini dilakukan dengan sangat lembut dan tanpa tekanan berlebihan.
Cara melakukannya:
- Tengkurapkan bayi di pangkuan dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuhnya.
- Bentuk telapak tangan seperti mangkuk kecil agar tepukan terasa empuk.
- Tepuk punggungnya secara perlahan dan teratur selama beberapa menit.
- Getaran lembut dari tepukan membantu menggerakkan lendir dari bagian bawah saluran napas ke bagian atas, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Sebuah ulasan sistematis yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic review (Roqué-Figuls dkk., 2022) menemukan bahwa teknik chest physiotherapy tertentu, khususnya teknik ekspirasi lambat pasif, dapat memberikan perbaikan ringan hingga sedang pada tingkat keparahan bronkiolitis². Teknik ini sebaiknya dilakukan secara lembut dan sesuai anjuran tenaga medis.
Setelah melakukan teknik ini, AyBun bisa memeluk si Kecil secara skin-to-skin untuk membantunya kembali tenang. Kontak langsung dengan Bunda membantu menstabilkan ritme pernapasan dan membuat bayi lebih rileks. Saat napasnya lebih teratur dan tubuhnya tidak tegang, proses pengeluaran dahak biasanya berlangsung lebih optimal.
5. Posisikan kepala sedikit lebih tinggi saat tidur
Saat bayi berbaring datar, lendir lebih mudah menumpuk di belakang tenggorokan. Memiringkan kasur secara aman agar kepala sedikit lebih tinggi membantu lendir mengalir dengan lebih baik.
Cara sederhana ini bisa mendukung cara mengeluarkan dahak pada bayi secara alami, terutama saat malam hari ketika batuk sering terasa lebih berat.
6. Mandi air hangat
Air hangat membantu membuka saluran napas dan memberikan efek relaksasi. Uap ringan selama mandi membantu mengencerkan lendir sehingga bayi merasa lebih nyaman, terutama jika hidungnya tersumbat.
Agar si Kecil tak kedinginan dan masuk angin setelah mandi, pastikan AyBun menggunakan Zwitsal Hair & Body Bath Minyak Telon. Sabun sekaligus sampo dengan Minyak Telon dan 4x Prebiotic Moisturizer ini akan memberikan rasa hangat yang menenangkan, sambil tetap menjaga kelembapan kulit si Kecil. Formulanya pun lembut karena bebas SLS/SLES, hypoallergenic, dan sudah dermatologically tested. Aman banget untuk pemakaian harian!
7. Oleskan minyak telon untuk membantu menghangatkan si Kecil
Mengoleskan minyak telon di area dada dan punggung dapat membantu memberikan rasa hangat yang menenangkan. AyBun bisa mengaplikasikannya sambil memijat lembut dengan gerakan memutar perlahan. Sentuhan hangat ini tidak hanya membuat tubuh si Kecil lebih rileks, tetapi juga membantu melancarkan sirkulasi sehingga pernapasan terasa lebih nyaman.
Memang, minyak telon tidak secara langsung mengeluarkan dahak. Namun, saat tubuh terasa hangat dan tidak tegang, napas menjadi lebih stabil dan si Kecil bisa beristirahat dengan lebih tenang. Istirahat yang cukup sangat membantu proses pemulihan.
AyBun bisa memilih Zwitsal Minyak Telon Plus 3+1 Action yang mengandung Rosemary dan Lemongrass Oil untuk memberikan kehangatan sekaligus rasa nyaman pada si Kecil. Dengan pijatan lembut dan kehangatan yang pas, tidur pun bisa terasa lebih nyenyak saat ia sedang kurang enak badan.
8. Pastikan si Kecil terhidrasi dengan baik
Saat bayi sedang batuk berdahak, tubuhnya membutuhkan cukup cairan agar lendir tidak semakin kental. Cairan membantu mengencerkan dahak dari dalam, sehingga lebih mudah keluar dan napas terasa lebih lega.
- Untuk bayi di bawah 6 bulan, AyBun bisa memberikan ASI lebih sering sesuai kebutuhannya. Selain membantu mengencerkan lendir, ASI juga mendukung daya tahan tubuhnya agar lebih cepat pulih.
- Pada bayi di atas 6 bulan yang sudah MPASI, tambahan cairan seperti air putih hangat atau sup hangat sesuai usianya dapat membantu menjaga tenggorokan tetap nyaman.
Setelah menyusu, jangan lupa gendong si Kecil dalam posisi tegak selama 10–15 menit. Posisi ini membantu mencegah lendir dan cairan naik kembali ke tenggorokan, sekaligus mengurangi batuk yang dipicu oleh gumoh atau refluks ringan. Pelukan hangat Bunda di momen ini juga membuat si Kecil merasa lebih tenang.
9. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan
Udara kering juga bisa bikin saluran napas bayi makin tersumbat dan lendir makin kental. Menggunakan humidifier di kamar bayi akan menjaga kelembapan optimal dan membantu melegakan batuk bayi. Ini adalah salah satu cara menghilangkan dahak di tenggorokan yang bisa dilakukan setiap hari, terutama saat musim hujan atau pakai AC.
Selain itu, hindari asap rokok, debu, parfum menyengat, dan bulu hewan. Iritasi pada saluran napas dapat memicu produksi lendir berlebih sehingga dahak lebih sulit hilang.
10. Pertimbangkan terapi nebulizer sesuai anjuran dokter
Nebulizer adalah alat medis yang mengubah cairan obat atau larutan saline menjadi uap halus untuk dihirup melalui masker kecil. Terapi ini biasanya direkomendasikan dokter jika lendir cukup banyak, batuk berdahak tidak membaik, atau bayi tampak lebih sesak.
Cara penggunaannya:
- Masukkan cairan obat atau saline ke dalam tabung nebulizer.
- Pasang masker kecil menutupi hidung dan mulut bayi.
- Biarkan bayi menghirup uap halus selama beberapa menit hingga cairan habis.
Uap yang dihasilkan membantu melembapkan dan melonggarkan lendir langsung di saluran napas bagian bawah, sehingga dahak lebih mudah keluar. Penelitian yang dilakukan Zhang dalam jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa terapi nebulizer dengan larutan saline tertentu dapat membantu memperbaiki kondisi pernapasan bayi dengan bronkiolitis dan mempercepat pemulihan³. Namun, terapi ini tetap perlu dilakukan sesuai anjuran dokter agar aman dan tepat sasaran.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Meski sebagian besar dahak bisa dikeluarkan dengan cara alami di rumah, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan. Segera bawa si Kecil ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:
- Napas bayi cepat, pendek, atau terlihat berat seperti ngos-ngosan
- Muncul suara napas berbunyi (grok-grok) terus menerus
- Batuk berlendir tidak membaik dalam 3 hari
- Si Kecil tampak lemas, rewel berlebihan, atau menolak menyusu
- Demam tinggi (>38°C) lebih dari 2 hari
- Lendir berwarna kuning pekat, hijau, atau bercampur darah
- Tanda-tanda dehidrasi: popok kering, bibir kering, ubun-ubun cekung
Kalau Bunda merasa khawatir atau bingung langkah terbaik selanjutnya, tenang! Sekarang Zwitsal punya layanan Free Teleconsultation yang bisa diakses langsung dari WhatsApp. Praktis, cepat, dan bisa jadi solusi pertama sebelum ke dokter.
Cara-cara ini bisa menjadi pertolongan pertama untuk membantu si Kecil napas lebih lega, tidur lebih nyenyak, dan kembali ceria. Jika dahak tak kunjung hilang atau justru makin parah, jangan tunda untuk mengambil langkah selanjutnya. Semoga tips dan cara mengeluarkan dahak pada bayi ini bisa membantu Bunda di rumah. Selamat mencoba dan semoga si Kecil segera pulih!
Referensi:
1. Silvana Schreiber, Luca Ronfani, Sergio Ghirardo, dkk. 2016. Nasal irrigation with saline solution significantly improves oxygen saturation in infants with bronchiolitis. Diambil dari Acta Paediatrica Volume105, Issue3 https://doi.org/10.1111/apa.132822
2. Marta Roqué-Figuls, Maria Giné-Garriga, Claudia Granados Rugeles, Carla Perrotta, Jordi Vilaró. 2023. Chest physiotherapy for acute bronchiolitis in paediatric patients between 0 and 24 months old. Diambil dari Cochrane Database of Systematic review https://doi.org/10.1002/14651858.cd004873.pub6
3. Linjie Zhang, Raúl A. Mendoza-Sassi, Terry P. Klassen, Claire Wainwright. 2015. Nebulized Hypertonic Saline for Acute Bronchiolitis: A Systematic Review. Diambil dari Pediatrics 136(4):687-701 https://doi.org/10.1542/peds.2015-1914
Topics: Happy Baby Routine