Menggendong Atau Tidak? Menggendong Atau Tidak?

Menggendong Atau Tidak?

29 July 2017

Di usia sangat muda (0-3 bulan) saat si kecil menangis, otomatis bunda dan ayah pasti langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah digendong, si kecil jadi lebih tenang. Hal ini pasti akan dilakukan setiap si kecil menangis. Ada kalanya timbul rasa khawatir di benak bunda dan ayah apabila orang tua selalu menggendong dan selalu hadir saat si bayi menangis, akan membuat si kecil tumbuh tidak mandiri. Apalagi, di saat yang bersamaan, ada saja yang menyeletuk,”Kalau sering digendong, nanti bau tangan lho!” Jadi sebenarnya, menggendong bayi, terutama setiap kali ia menangis, baik atau tidak ya? Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dan menyampaikan kebutuhannya. Mungkin ia haus dan lapar ingin menyusu, mungkin popoknya basah atau mungkin juga ingin dipeluk. Sampai usia 3 bulan, bayi memang masih menyesuaikan diri dengan sekelilingnya. Selalu segera memberi respon setiap si kecil menangis akan menumbuhkan perasaan bahwa dirinya dihargai dan rasa percaya pada orang tua. Salah satu respon orang tua saat mendengar si kecil menangis tentu menggendong. Menggendong bayi itu jelas memberi manfaat bagi bayi dan orang tua, terutama bunda yang biasanya punya waktu bersama si kecil lebih panjang. Aktivitas menggendong bayi menciptakan kelekatan hubungan antara bayi dan bunda. Kelekatan ini memberikan ketenangan, rasa gembira, rasa aman bagi si bayi. Saat dalam gendongan bunda, bayi pun bisa ikut berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Di dalam dekapan bunda, bayi dapat mengamati keadaan sekitar dengan rasa aman. Saat keinginan untuk digendong sudah terpenuhi, si bayi akan merasa gembira. Rasa gembira ini akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Bagi bunda, menggendong si kecil memberi kemudahan saat beraktivitas. Sambil menggunakan kain gendongan, bunda jadi tetap bisa melakukan hal lain, saat si kecil tertidur dengan aman dalam gendongan. Saat si kecil terbangun pun bunda jadi bisa merespon bayi lebih cepat. Rasa aman dan nyaman si kecil karena digendong membuat bunda juga merasa lebih tenang. Namun, sebaiknya memang orang tua perlu melakukan keseimbangan. Tak ada salahnya juga kalau bunda membiarkan si kecil menangis sebentar saat bunda harus melakukan hal lain. Gunakan insting bunda dan kenali tangisannya. Untuk bayi baru lahir, tangisannya biasanya berarti si kecil membutuhkan sesuatu. Perhatikan si kecil sebelum mengangkat dan menggendongnya. Apakah popoknya basah? Atau ia haus dan lapar? Adakah hal lain yang ia butuhkan selain ingin dipeluk dan digendong? Kadang-kadang si kecil hanya butuh bunda untuk berada di sekitarnya, tanpa perlu digendong. Hal ini lumrah karena selama 9 bulan dalam kandungan, bunda lah yang ia kenal dan ada di dekatnya. Kenalkan si kecil dengan musik atau mainan untuk menenangkan dan memberi rasa nyaman. Sehingga lama kelamaan, dengan tumbuhnya rasa aman dan nyaman, si kecil akan memahami dan terbiasa bahwa bunda tidak perlu setiap saat harus ada di dekatnya. Jadi menggendong atau tidak, yang penting yang harus bunda lakukan adalah memastikan si kecil merasa dicintai, diperhatikan dan merasa aman. Bunda tentu tahu yang terbaik untuk si kecil.

Go to Top