Momen Perawatanku

Iritasi Kulit pada Bayi, Apa Penyebab dan Gejalanya?

18 September 2018

Kulit bayi masih sangat rentan dan sensitif sehingga mudah terkena berbagai gangguan. Salah satunya adalah iritasi kulit pada bayi. Masalah iritasi bisa muncul dalam berbagai gejala. Yuk, waspada dengan mengenali tanda-tandanya, Bun!


Gejala Iritasi Kulit pada Bayi


1. Kulit Kemerahan dan Gatal

Bila kulit si Kecil terlihat kemerahan dan ia terus menggaruk bagian tersebut maka bisa jadi kulitnya sedang mengalami iritasi. Salah satu yang sering teramati adalah ruam popok, yaitu gejala kulit kemerahan dan gatal di area popok si Kecil.

2. Kulit Kering dan Bersisik

Kulit kering dan bersisik atau bahkan mengelupas merupakan salah satu masalah iritasi kulit. Gangguan ini bisa disebabkan cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin, atau sabun mandi yang tidak cocok dengan kulit bayi.

3. Bintik Merah

Bintik merah seperti pada biang keringat merupakan salah satu bentuk iritasi kulit pada bayi. Bunda harus berhati-hati karena iritasi dapat semakin parah bila bayi menggaruk bagian kulit yang mengalami bintik merah tersebut.

4. Kulit Terasa Perih

Gesekan antara bahan karet yang terdapat pada baju bayi dengan kulit juga bisa menyebabkan iritasi. Kulit si Kecil dapat terasa perih dan gatal karena gesekan tersebut.



Penyebab Iritasi Kulit Bayi


Berbagai gejala iritasi kulit pada bayi di atas bisa disebabkan berbagai faktor. Agar Bunda bisa melakukan langkah pencegahan, kenali juga beberapa penyebab iritasi berikut ini:

1. Penggantian Popok yang Jarang

Popok sekali pakai, yang tidak segera diganti setelah mengompol atau buang air besar, menyebabkan tertimbunnya urine dan kotoran yang mengandung amonia. Daerah popok yang terus tertutup juga mengakibatkan suhu dan kelembapan meningkat. Kondisi ini memudahkan terserapnya bahan-bahan kimia iritan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, pelindung kulit akan rusak dan jamur seperti Candida albicans dapat berkembang biak dengan mudah.

2. Keringat yang Dibiarkan Terlalu Lama

Iritasi kulit pada bayi juga bisa terjadi akibat keringat yang terlalu lama dibiarkan di daerah lipatan tubuh. Kondisi akan semakin parah terutama apabila terjadi pada bayi yang gemuk. Hal ini karena daerah lipatan tubuh memiliki sifat yang cenderung lembap.

3. Penggunaan Sabun Antiseptik yang Berulang

Untuk memandikan si Kecil, Bunda biasanya menggunakan sabun mandi antiseptik. Meski tidak dilarang, ada baiknya sabun antiseptik tidak digunakan secara berulang karena dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan teriritasi.

4. Riwayat Alergi pada Keluarga

Iritasi seperti sisik halus di kulit kepala, akibat pemakaian shampoo dengan pH tinggi atau hair lotion yang terlalu wangi, juga bisa terjadi karena adanya riwayat alergi pada keluarga. Alergi dapat pula ditemukan di daerah dada, punggung, dan perut akibat penggunaan minyak telon atau kayu putih yang dipakai terus-menerus saat cuaca panas.

5. Konsumsi Susu Formula Berkadar pH Tinggi

Konsumsi susu sapi juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit si Kecil. Hal ini karena beberapa susu sapi formula mengandung kadar pH yang tinggi. Jika Bunda mendapati adanya tanda kemerahan di sekitar dubur si Kecil, coba hentikan sementara pemberian susu sapi formulanya.


Cara Mengatasi Iritasi Kulit pada Bayi


Penyebab paling sering memicu iritasi kulit pada bayi adalah bahan iritan lemah seperti keringat, feses, urine, produk perawatan yang kurang tepat, hingga antiseptik atau deterjen. Faktor kondisi panas, kelembapan, atau adanya gesekan juga menjadi pemicu lain. Karena itu, beberapa cara terbaik untuk mengatasi iritasi kulit pada bayi adalah:

  1. Perhatikan Pemilihan dan Kebersihan Popok 
    Dalam memilih produk popok untuk si Kecil, pastikan Bunda mencari yang dapat menyerap keringat dan kotoran dengan baik. Ukuran yang tepat juga penting agar popok tidak terlalu ketat saat dipakai. Saat popok si Kecil sudah kotor atau penuh, jangan malas untuk menggantinya ya, Bun.
  2. Pemilihan Pakaian Bayi yang Tepat 
    Pilihlah pakaian bayi yang terbuat dari bahan katun sehingga tidak panas dan bisa menyerap keringat dengan baik. Pemilihan pakaian yang tepat juga akan melindungi bayi dari cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  3. Jaga Kekeringan Tubuh Bayi 
    Pastikan Bunda juga selalu menjaga agar kulit si Kecil selalu bersih dan kering. Setelah mandi, keringkanlah tubuh si Kecil dengan baik, termasuk pada bagian lipatan kulitnya. Kalau si Kecil berkeringat, gunakan handuk yang lembut untuk mengeringkannya.
  4. Tepat Memilih Produk Perawatan Kulit
    Gunakan produk perawatan kulit yang lembut dan aman untuk si Kecil. Kalau perlu, gunakan juga deterjen khusus untuk mencuci pakaian bayi karena sisa deterjen yang menempel di pakaian juga bisa menyebabkan iritasi kulit.
  5. Teliti Memandikan Si Kecil
    Usahakan agar bayi tidak mandi terlalu lama. Air yang digunakan untuk memandikan si Kecil juga sebaiknya tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin. Bila iritasi pada kulit berlangsung berkepanjangan atau bertambah parah, berkonsultasilah segera dengan dokter anak.

Penggunaan produk yang tepat merupakan salah satu cara mengatasi iritasi kulit pada bayi. Agar kulit si Kecil tetap lembap dan tidak kering, ada Zwitsal Baby Cream yang merupakan bagian dari produk Zwitsal Extra Care. Dengan kandungan zinc, produk ini tak hanya berfungsi mencegah iritasi, namun juga mengatasinya. Kandungan vitamin E dan A-nya pun dapat melindungi kulit. Produk ini semakin aman bagi si Kecil karena formulanya telah teruji Hypo-Allergenic.

Mengetahui langkah perlindungan dan pencegahan sama pentingnya dengan memahami cara mengatasi iritasi kulit. Dengan perawatan yang tepat, kulit si Kecil akan terbebas dari iritasi. Bila bayi merasa nyaman, tumbuh kembangnya pun bisa berjalan dengan optimal.


Sumber:

hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/masalah-kulit-pada-bayi/

hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/bintik-merah-pada-kulit-bayi/

bidanku.com/tips-mengatasi-gangguan-kulit-bayi

alodokter.com/11-penyebab-iritasi-kulit-yang-tidak-disangka-sangka.html

Go to Top