Terapi Pijat Pada Bayi, Sebaiknya Mulai Dilakukan? Terapi Pijat Pada Bayi, Sebaiknya Mulai Dilakukan?
Momen Pertama

Terapi Pijat Pada Bayi, Sebaiknya Mulai Dilakukan?

18 October 2019

Pijat adalah terapi tradisional yang telah dilakukan sejak dahulu kala. Eksistensinya tidak memudar seiring waktu, karena terapi pijat terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Uniknya, manfaat sehat terapi tradisional ini tak hanya berlaku untuk orang dewasa, tetapi juga bayi.

Salah satu manfaat terapi pijat pada bayi adalah membangun bonding, khususnya apabila dilakukan oleh ibu secara langsung. Sentuhan lembut ibu pada tubuh bayi saat proses pemijatan mampu memberikan kenyamanan, serta menciptakan perasaan cinta pada kedua belah pihak.

Tak hanya itu, terapi pijat pada bayi yang dilakukan oleh ibu dengan cara yang tepat juga terbukti dapat membantu melancarkan peredaran darah, membuat si Kecil tidur lebih nyenyak, mengurangi risiko kolik, serta mencegah dan mengatasi sembelit (konstipasi).

Lakukan di waktu yang tepat

Supaya manfaat pijat pada bayi benar-benar optimal, prosesnya mesti dilakukan di waktu yang tepat. Kapan?

Menurut Internasional Association of Infant Massage (IAIM), terapi pijat dapat dimulai beberapa minggu setelah bayi lahir. Dalam prosesnya, jangan lupa untuk memerhatikan kondisi bayi dengan saksama. Jika bayi merasa nyaman, terapi pijat dapat diteruskan.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah cara memijat bayi. Ibu mesti melakukannya dengan tepat, agar bayi dapat sepenuhnya menikmati dan merasa nyaman saat dipijat.

Supaya tidak salah langkah, berikut tips yang bisa Anda jadikan panduan untuk melakukan terapi pijat pada bayi (newborn):

  • Pijat kaki
    Dengan lembut, letakkan tangan Anda di sekitar kaki bayi. Lakukan pijatan dari paha ke pergelangan kaki secara berulang dan bergantian dengan kaki sebelahnya.
  • Pijat perut
    Letakkan tangan Anda pada pusar bayi, kemudian lakukan pijatan lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam menggunakan ujung jari.
    Hindari melakukan pijatan ini terlalu lama, karena sebagian bayi merasa tidak nyaman saat perutnya ‘disentuh’. Segera hentikan pijatan ketika bayi tampak gelisah.
  • Pijat lengan
    Lakukan gerakan pemijatan dari arah bahu ke pergelangan tangan. Hindari menekan terlalu kencang, karena tubuh bayi masih sangat rentan. Cukup lakukan dengan sentuhan lembut saja.
  • Pijat leher
    Topang kepala dan tubuh bayi menggunakan satu tangan. Kemudian, ibu jari tangan satunya diletakkan pada satu sisi leher dengan dua jari pertama pada sisi sebelahnya. Lakukan gerakan pijatan secara memutar dengan tekanan yang lembut.
  • Pijat untuk atasi kolik
    Pijatan dilakukan pada area perut. Caranya, tekuk kaki bayi ke arah perut dan tahan selama kira-kira 30 detik. Ulangi beberapa kali.
    Selanjutnya, letakkan ujung tangan Anda di atas perut bayi. Tekan dengan lembut hingga ‘meluncur’ dari pusar ke bawah dalam pola ritmis, untuk membantu melepaskan gas yang terjebak di perut si Kecil.

Ingin pijat pada bayi terasa lebih ‘hangat’ dan bermanfaat? Gunakan Zwitsal Natural Baby Oil! Merupakan minyak serbaguna untuk bayi, Zwitsal Natural Baby Oil dilengkapi dengan kandungan aloe vera dan vitamin E yang menutrisi dan melembutkan kulit.

Zwitsal Natural Baby Oil sangat cocok digunakan untuk memijat bayi atau membersihkan daerah lipatan pada kulit bayi. Teruji bersifat hypo-allergenic, Zwitsal Natural Baby Oil bisa digunakan untuk segala jenis kulit bayi.

Pijat pada bayi menggunakan Zwitsal Natural Baby Oil terbukti dapat mengurangi gesekan kulit selama prosesnya. Pemijatan menggunakan Zwitsal Natural Baby Oil juga dapat membantu melembapkan kulit, sehingga bayi akan merasa lebih nyaman. Aroma yang keluar saat menggunakan Zwitsal Natural Baby Oil juga bikin si Kecil merasa relaks, lo!

Lakukan terapi pijat pada bayi menggunakan Zwitsal Baby Oil secara rutin dan teratur, agar segala manfaat yang ditawarkan benar-benar dirasakan. Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda menemukan keraguan dalam melakukan pijat pada bayi.

Bunda, mau tahu tentang artikel menarik lainnya? Yuk, gabung dengan Zwitsal moments

Go to Top