Momen Pertama

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan

Momen Pertama

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan

07 December 2017

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan Sebagai Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 

Perkembangan bayi usia 7 bulan paling kentara yang bisa Bunda lihat pada si kecil adalah ia akan bisa membalikkan tubuhnya dan tengkurap tanpa perlu bantuan Bunda lagi. Pada usia ini, si kecil sudah bisa memutar bahu dan pinggulnya secara sempurna untuk bisa membalikkan tubuhnya dengan baik. Bukan hanya itu saja, si kecil juga akan semakin suka memainkan kedua kakinya ketika Bunda membaringkan tubuhnya.

Semakin bertambah usia, si kecil tentu akan semakin aktif ya. Selain memasukkan tangan ke dalam mulut, bukan tidak mungkin pula jika si kecil akan turut memasukkan kakinya ketika sedang berbaring. Ini sebagai tanda bahwa si kecil telah mampu menekuk pinggulnya secara sempurna. Perkembangan inilah yang akan membantu si kecil berlatih merangkak dan duduk. Memang bukan merupakan hal yang baik, tetapi jika ini adalah pertama kali si kecil melakukannya, tidak ada salahnya Bunda membiarkannya.

Agar si kecil semakin mahir, Bunda bisa mengajarinya berdiri dengan tetap memegangi tubuhnya. Atau mengajaknya berlatih berjalan dengan memegang kedua tangannya ke atas.

Perkembangan Kekebalan dan Daya Tahan Tubuh Pada Bayi Usia 7 Bulan Kesehatan Anak


Selain mampu tengkurap secara sempurna dan memasukkan kaki ke dalam mulutnya, masih ada perubahan lain yang bisa Bunda lihat ketika memasuki masa perkembangan bayi usia 7 bulan, yaitu munculnya gigi susu yang biasanya berjumlah dua buah, atau bisa disebut gigi kelinci. Adanya gigi susu ini akan membuat si kecil makin lucu dan menggemaskan ketika ia tersenyum.

Akan tetapi, proses munculnya gigi susu ini ternyata tidak menyenangkan bagi si kecil, lho, Bunda. Terkadang, tubuh si kecil menjadi demam dan ia pun akan kehilangan napsu makannya. Akan tetapi, Bunda tetap harus cermat membedakan ketika tubuh si kecil demam akibat munculnya gigi baru atau gejala demam lainnya? Berikut perbedaannya.

  • Bunda bisa membedakan demam yang diderita si kecil dari suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh si kecil mencapai 39°C, bisa dipastikan si kecil menderita demam bukan karena tumbuh gigi, melainkan karena penyakit yang lain.
  • Sementara itu, demam yang disebabkan karena tumbuh gigi biasanya hanya berlangsung satu hari, sampai gigi si kecil keluar dari gusinya. Akan tetapi, demam karena penyakit yang lain bisa berlangsung 2 hingga 3 hari, bergantung pada jenis penyakit yang diderita si kecil.
  • Deman yang disebabkan karena gigi yang sedang tumbuh tidak disertai gejala lainnya. Berbeda dengan demam karena penyakit lain yang biasanya diikuti dengan diare, hidung tersumbat, mual, muntah, hingga batuk.

Apabila Bunda mendapati si kecil demam disertai gejala di atas, segera periksakan si kecil ke dokter.

Tips Tips Penting untuk Bunda ketika Memasuki Masa Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan Pertama

Memasuki masa perkembangan bayi usia 7 bulan, si kecil akan lebih aktif bergerak, karena pada masa ini, kemampuannya untuk merangkak juga akan berkembang. Hal ini membuat si kecil akan semakin senang bermain di rumah

Nah, Bunda, jangan lupa untuk melakukan babyproofing di rumah ya. Terutama di kamar si kecil dan di ruangan yang biasanya digunakan si kecil untuk bermain dan belajar merangkak. Apa saja yang perlu Bunda lakukan? Berikut tipsnya.

  • Agar si kecil senantiasa aman dan terhindar dari bahaya ketika sedang mengembangkan kemampuan merangkaknya, sebaiknya simpan dahulu benda-benda yang berbahaya bagi si kecil, seperti barang-barang yang mudah pecah.
  • Barang-barang dengan kandungan bahan kimia yang tinggi, seperti obat semprot nyamuk, detergen, atau kosmetik juga termasuk barang yang membahayakan, lho, Bunda, jadi simpan juga dari jangkauan si kecil. Atau Bunda bisa mengajak si kecil bermain di ruangan yang tidak terdapat benda-benda ini.
  • Ketika belajar, si kecil pasti akan bertumpu pada apa saja yang bisa dipegangnya, tak terkecuali lemari dan laci. Agar tetap aman, sebaiknya Bunda kunci laci dan lemari terlebih dahulu, sehingga si kecil tidak akan jatuh dan tertimpa atau terbentur ketika menarik pintu laci atau lemari. Bunda juga bisa menggunakan karet pengaman untuk mencegah terjadinya benturan.
  • Jika si kecil bertumpu pada pintu, berikan ganjalan supaya si kecil tidak terjepit.
  • Amankan semua saluran listrik ya Bunda, tutup semua stop kontak dengan lakban hitam atau kertas, agar si kecil tidak tersetrum.

Jika Bunda melakukan babyproofing dengan tepat, si kecil pun bebas dan aman bermain serta belajar merangkak di dalam rumah.

Sumber:

Deteksi Tumbuh Kembang Anak oleh Ari Sulistyowati; hal. 34 &36

Panduan Pintar Pengasuhan Bayi Minggu per Minggu; hal. 117

webmd.com/oral-health/news/20000410/babies-teething-illness

whattoexpect.com/first-year/week-29/babyproofing.aspx

Diakses pada 27 Agustus 2015

Go to Top