Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan
Momen Pertama

Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan

24 November 2017

Selama 1 bulan pertama, Bunda mungkin masih menyesuaikan diri dengan kehidupan baru Bunda sebagai seorang ibu. Si kecil pasti masih begitu rentan dan mungil dalam dekapan Bunda. Meskipun baru 1 bulan, Bunda tetap harus mencermati perkembangan si kecil, ya. Ada beberapa perkembangan bayi usia 1 bulan yang bisa Bunda lihat dari si kecil yang mulai bertumbuh.

Pertumbuhan dan perkembangan Bayi Usia 1 Bulan

Salah satu perkembangan bayi usia 1 bulan yang muncul paling awal adalah kemampuan bayi untuk tersenyum secara spontan. Kemampuan ini terjadi pada usia 4-6 minggu. Selanjutnya, 1-2 minggu kemudian, bayi akan mulai bersuara. Yuk Bunda, ajak si kecil bercanda agar ia terbiasa tersenyum ketika melihat Bunda dan Ayah.

Perkembangan lain yang akan terjadi pada bayi usia 1 bulan adalah proses latihan mengangkat kepala. Sikap melengkung pada badan bayi mulai berkurang dan kepalan tangan bayi mulai sering terbuka. Usia 1 bulan juga merupakan saat yang tepat untuk melatih panca indra bayi. Bunda dan Ayah bisa rutin mengajaknya berbicara, bernyanyi, atau menunjukkan gambar-gambar.

Berikan stimulasi lain dengan cara mendekatkan mainan yang berbunyi atau berwarna cerah ke depan wajahnya. Lalu, gerakkan mainan tersebut secara perlahan ke kanan dan kiri sehingga si kecil memperhatikannya. Posisikan mainan sekitar 20-30 cm di depan bayi, karena kemampuan mata bayi untuk melihat memang masih terbatas pada usia ini. Tapi tentu saja, stimulasi terbaik adalah dari Bunda dan keluarga. Di usia 1 bulan, si kecil sudah bisa mengenali suara dan bau Bunda, dan sangat menyukai sentuhan lembut Bunda.

Kesehatan Anak Pada Perkembangan Bayi Usia 0-1 Bulan

  • Pada perkembangan bayi usia1 bulan, yang paling dibutuhkan si kecil adalah asupan makan dan tidur yang cukup. Asupan pangan ideal tentu saja adalah ASI yang menjadi asupan utama hingga bayi berusia 6 bulan. Namun bila ada indikasi medis pada Bunda ataupun bayi sehingga ASI eksklusif tidak dapat diberikan, Bunda dapat menggantinya dengan susu formula.
  • Pemberian susu kepada bayi tidak boleh sembarangan dan harus disesuaikan dengan usia dan kondisi bayi. Takarannya pun harus diperhatikan sesuai anjuran dokter. Bunda bisa rutin berkonsultasi pada dokter mengenai hal ini.
  • Bunda juga perlu cermat dalam menjaga kebersihan botol dan alat-alat penyajian susu serta perhatikan tanggal kedaluwarsanya. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya alergi atau masuknya kuman ke dalam tubuh si kecil.
  • Selain mendapatkan ASI yang cukup, si kecil juga membutuhkan tidur yang cukup. Bayi usia 1 bulan biasanya tidur selama 16-17 jam per hari dan hanya bangun untuk minum ASI. Bayi yang minum ASI biasanya perlu makan setiap 2-3 jam, sedangkan bayi yang minum susu formula biasanya perlu makan setiap 3-4 jam.
  • Agar si kecil tetap hangat, Bunda bisa menggunakan Zwitsal Natural Baby Oil. Usapkan pada punggung dan perut si kecil agar tidurnya bertambah lelap.
  • Kalau berat badan bayi sedikit turun pada 5 hari pertama sejak kelahirannya, Bunda tidak perlu terlalu khawatir. Bayi bisa kehilangan sekitar 5-10 persen berat badannya sejak lahir. Tapi berat badan bayi akan terus naik kembali. Selama 3 bulan pertama, berat badan bayi biasanya naik sebanyak 700 - 1000 gram per bulan.
  • Di bulan ini, bayi akan mendapat imunisasi (booster) Hepatitis B dan BCG.

Tips Perkembangan Anak Bayi Usia 1 Bulan

  • Mandi bisa menjadi saat menyenangkan bagi bayi, lho. Ia dapat ‘bermain’ air sekaligus melatih indra peraba maupun pembaunya. Memandikan bayi baru lahir sebaiknya menggunakan air hangat ya, Bunda. Cara terbaik untuk mengecek suhu air yang tepat untuk bayi adalah dengan mencelupkan siku Bunda ke dalam air. Kalau air terasa tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin, maka suhu air sudah tepat.
  • Selain itu, gunakan sabun dan shampoo yang telah teruji Hypo-Allergenic karena aman bagi kulit sensitif bayi dan memiliki risiko alergi yang minimal, seperti Zwitsal Natural Baby Shampo. Setiap kali memandikan, periksa juga kondisi pusarnya. Bila terdapat cairan agak berbau dan bekas luka di pusar tampak memerah, kemungkinan telah terjadi infeksi. Segera bawa si kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Ketika bepergian dengan mobil, hindari menggendong atau memangku si kecil sepanjang perjalanan. Sebaiknya, letakkan ia pada infant car seat di jok belakang, ya. Car seat untuk bayi baru lahir hingga usia 1 tahun (berat badan 9 kg) yang biasanya dihadapkan ke belakang berguna untuk melindungi bayi dari benturan hebat apabila terjadi kecelakaan. Hal ini tentu jauh lebih aman. Bunda bisa memilih infant car seat sesuai dengan usia dan berat badan si kecil.

Tentu saja, Bunda harus ingat bahwa tumbuh kembang tiap anak memiliki kecepatan yang tidak sama. Patokan di atas sebaiknya hanya dijadikan acuan, dan bukan tolak ukur baku bagi perkembangan si kecil. Apalagi kalau bayi Bunda terlahir prematur. Perkembangan bayi prematur usia 1 bulan tidak akan sama dengan bayi normal yang terlahir dengan usia kehamilan yang cukup. Nikmati saja masa-masa Bunda sebagai seorang ibu. Semoga si kecil selalu sehat ya, Bunda!


Sumber:

Panduan Pintar Pengasuhan Bayi Minggu per Minggu; hal. 57, 63

Deteksi Tumbuh Kembang Anak oleh Ari Sulistyowati; hal. 7, 67

Tumbuh Kembang Anak Edisi 2 oleh Soetjiningsih; hal. 110

Peraturan Menkes RI No. 39 Th. 2013: Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya

idai.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final.pdf

Diakses pada tanggal 27 Agustus 2015

http://www.parenting.co.id/bayi/panduan+pakai+car+seat+

http://www.ayahbunda.co.id/bayi-tips/bayi-nyaman-pakai-carseat

Diakses pada 6 September 2015

https://www.whattoexpect.com/first-year/month-1

Buku Panduan Lengkap Kehamilan & Persalinan Modern oleh Dr. Miriam Stoppard hal 334

Go to Top