Momen Pertama

Inisiasi Menyusui Dini

17 September 2018

Walau tampak sederhana, menyusui merupakan proses yang tidak mudah. Banyak langkah yang bisa Bunda lakukan demi melancarkan proses menyusui. Salah satunya adalah Inisiasi Menyusui Dini (IMD), atau early latch on.

IMD merupakan metode bayi secara aktif menemukan puting ibunya setelah persalinan. Metode ini memiliki banyak manfaat jangka panjang pada proses menyusui maupun pada kesehatan bayi. UNICEF bahkan pernah menyebut IMD sebagai vaksin pertama bayi. Karena itu, jangan ragu untuk menjalani proses IMD ini ya, Bun.


Tips dan Langkah Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)


1. Lakukan Segera Setelah Bayi Lahir

Proses IMD dimulai segera setelah bayi lahir dan tali pusarnya dipotong, tanpa harus menunggu bayi ditimbang atau dibersihkan dulu. Bayi diletakkan di perut atau dada ibunya dengan kepala bayi diposisikan menghadap kepala Bunda.

2. Keringkan Bagian Tubuh Bayi Kecuali Tangan

Sambil bayi mulai bergerak ke arah puting susu Bunda, bidan atau suster bisa mengeringkan tubuh bayi, kecuali bagian kedua tangannya. Hal ini penting karena bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantu bayi mencari puting susu Bunda yang memiliki bau yang sama.

3. Beri Waktu Adaptasi untuk Bayi

Proses inisiasi menyusui dini membutuhkan waktu sekitar 1 jam karena bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru. Dalam 30 menit pertama, saat dibiarkan tengkurap di atas perut Bunda, bayi akan tetap diam. Namun, ia waspada memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Bila ruang bersalin agak dingin, bayi bisa diselimuti dan dipakaikan topi. Pada dasarnya, kulit Bunda sudah cukup memberikan kehangatan bagi bayi.

4. Biarkan Bayi Bergerak Mendekati ASI

Setelah sekitar 30-40 menit, bayi mengeluarkan suara gerakan mengisap, memasukkan tangan ke mulut, dan mengeluarkan air liur. Ia pun akan menekan-nekan perut Bunda untuk bergerak ke arah payudara. Bayi juga mulai menggerakkan tangan dan kakinya untuk berusaha mendekati puting susu dengan mengandalkan indera penciuman.

5. Beri Waktu Lebih Jika Bayi Belum Berhasil

Setelah berhasil mencapai puting Bunda, bayi akan mengangkat kepalanya dan mulai menyusu. Bila setelah 1 jam bayi belum berhasil mencapai puting Bunda, beri waktu sekitar 30-60 menit lagi.

6. Lakukan Tindakan Lain yang Diperlukan

Proses menyusui pertama biasanya berlangsung tidak lama, sekitar 15 menit saja. Setelah bayi selesai menyusu, barulah dilakukan tindakan lainnya seperti penimbangan dan penyuntikan vitamin K1. Sebaiknya bayi juga dirawat dalam kamar yang sama dengan Bunda agar bisa menyusui sesuai keinginan bayi.


Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD)


Proses IMD memang membutuhkan waktu tidak sebentar. Tapi, penantian ini akan berbuah berbagai manfaat bagi bayi. Beberapa manfaat IMD di antaranya adalah:

1. Meningkatkan Peluang Kesuksesan Proses Menyusui

IMD menjadi perkenalan pertama Bunda dan bayi terhadap proses menyusui, sehingga mendorong suksesnya proses menyusui untuk mencapai target ASI eksklusif 6 bulan. Beberapa penelitian menyatakan, Bunda yang menjalani proses inisiasi menyusui dini cenderung memberikan ASI eksklusif dalam waktu lebih lama.

2. Mencegah Kematian Bayi

Menurut peneliti dari Inggris, Karen Edmond, IMD dapat mencegah 22% kematian bayi di bawah usia 28 hari. Bila bayi disusui sejak hari pertama kehidupannya, 16% kematian bayi di bawah usia 28 hari juga dapat dicegah. Selain itu, bayi terhindar dari hipotermia (kedinginan) karena kontak dengan kulit Bunda. IMD juga meningkatkan peluang bayi untuk mendapatkan kolostrum, yaitu ASI yang pertama keluar dan mengandung zat antibodi dan zat lain yang sangat baik bagi usus bayi.

3. Meningkatkan Sistem Imun Bayi

Sistem imun bayi yang baru lahir masih sangat lemah. IMD membantu bayi untuk mendapatkan kolostrum ASI yang kaya antibodi. Selain itu, selama proses IMD, bayi terpapar bakteri baik pada kulit Bunda yang akan membentuk koloni di usus dan kulitnya untuk melindungi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

4. Membantu Menenangkan Bayi

Beberapa penelitian menyatakan proses IMD atau kontak antarkulit akan membantu bayi untuk beradaptasi dengan lebih baik setelah proses kelahiran. Jika langsung dipisahkan dari Bunda, bayi akan merasa stres dan sulit beradaptasi dengan lingkungannya baru.

5. Membantu Menjaga Kesehatan Bunda

Proses IMD dan gerakan bayi saat mencari puting susu akan menekan rahim. Hal ini membantu Bunda mengeluarkan hormon yang membantu menghentikan pendarahan selama melahirkan. Selain itu, kontak antara Bunda dan bayi selama proses IMD akan membuat Bunda merasa lebih tenang serta mengurangi rasa sakit dan trauma yang Bunda rasakan.

6. Melancarkan produksi ASI

Pada hari pertama dan kedua setelah kelahiran, kolostrum biasanya belum keluar atau hanya sedikit. IMD akan membantu mempercepat keluarnya kolostrum dan produksi ASI, apalagi bila bayi kemudian sering disusui dan diinapkan di kamar yang sama dengan Bunda.

IMD memang memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Tapi, tidak semua rumah sakit dan dokter kandungan menjalankan proses IMD. Karena itu, sebelum bersalin, lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Pilih rumah sakit yang mendukung pemberian ASI eksklusif.

2. Konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai keinginan untuk menjalani proses IMD.

3. Bertemu dengan dokter anak sebelum melahirkan untuk mendiskusikan keinginan IMD.

Langkah-langkah di atas penting dilakukan untuk memastikan proses IMD berjalan lancar. Meskipun sangat penting, kondisi Bunda dan bayi saat menjalankan proses IMD harus stabil. Pada akhirnya, dokterlah yang memutuskan apakah Bunda dan si Kecil cukup sehat untuk melakukan proses IMD.

Jika Bunda mengalami komplikasi saat persalinan atau si Kecil mengalami masalah kesehatan, bisa jadi proses inisiasi menyusui dini tidak bisa dijalankan. Bila hal ini terjadi, Bunda jangan terlalu kecewa, ya. Lakukanlah hal terbaik untuk kesehatan dan keselamatan Bunda dan si Kecil. Semoga persalinan Bunda berjalan dengan lancar, ya!


Sumber:

id.theasianparent.com/unicef-imd-adalah-vaksin-pertama-bayi/

hellosehat.com/parenting/menyusui/pentingnya-inisiasi-menyusui-dini-pada-bayi/

idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini

idai.or.id/artikel/klinik/asi/cairan-hidup-asi-bagaimana-mengoptimalkan-produksinya

Go to Top