Momen Kehamilan

Asam Folat: Kenali Lebih Dalam Nutrisi untuk Ibu Hamil Satu Ini

17 September 2018

Asam folat adalah nutrisi untuk ibu hamil yang sangat penting. Namun, terkadang masih ada ibu hamil yang kurang memerhatikan asupan asam folatnya sebelum dan saat masa kehamilan. Ya, kebutuhan asam folat sudah harus dipenuhi sejak Bunda merencanakan kehamilan dan perlu terus dipertahankan selama masa kehamilan. Mengenal lebih dalam nutrisi kehamilan yang satu ini mungkin dapat membuat Bunda lebih bersemangat mengonsumsi si asam folat. Asam Folat Dibutuhkan Oleh Bunda dan Janin Asam folat merupakan bentuk sintetis vitamin B yang larut dalam air. Nama asam folat diambil dari kata “folium” yang berarti daun. Nutrisi ini memang banyak terkandung dalam sayur-sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan. Itulah mengapa sayuran dan kacang-kacangan wajib masuk dalam daftar makanan sumber nutrisi untuk ibu hamil. Bagi ibu hamil, asam folat dibutuhkan untuk proses pembentukan sel-sel darah merah dan mencegah anemia selama masa kehamilan. Asam folat juga penting untuk memaksimalkan fungsi DNA Bunda sehingga pertumbuhan sel plasenta dapat berjalan baik. Sementara bagi janin, asam folat memainkan peran sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pembentukan sel dan otak janin membutuhkan asupan asam folat yang cukup. Jika asupan nutrisi untuk ibu hamil ini kurang, janin akan berisiko mengalami cacat tabung saraf karena tabung saraf tersebut tidak menutup sempurna. Akibatnya, saat dilahirkan bayi akan mengalami gangguan perkembangan dan kesehatan. Jangan Kurang, Jangan Berlebih Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan wanita untuk mengonsumsi asam folat sejak sebulan sebelum merencanakan kehamilan dan berlanjut selama masa kehamilan. Berikut ini banyaknya asam folat yang dianjurkan selama proses kehamilan:

  1. Masa prakonsepsi: 400 mcg/hari
  2. Trimester pertama kehamilan: 400 mcg/hari
  3. Trimester kedua-ketiga: 600 mcg/hari
  4. Masa menyusui: 500 mcg/hari

Kebutuhan asam folat ibu hamil dapat diperoleh dari berbagai macam sayuran seperti bayam, katuk, kacang panjang, dan brokoli. Selain itu kedelai, kacang hijau, hati ayam, daging sapi, jeruk, dan sereal juga merupakan sumber asam folat yang baik. Susu untuk ibu hamil dapat pula membantu memenuhi kebutuhan asam folat. Jika Bunda sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan sumber asam folat, apalagi ditambah dengan susu, sebaiknya tidak perlu mengonsumsi suplemen, ya. Sebab, asupan asam folat yang terlalu tinggi juga tidak baik karena dapat menyebabkan keluhan, seperti kesemutan pada ibu hamil. Jadi, aturlah agar asupan nutrisi untuk ibu hamil ini tidak berlebih, tidak pula kekurangan. Untuk mendapatkan asupan asam folat dalam jumlah yang tepat, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Sudahkah Bunda mendapatkan asupan asam folat hari ini?   Sumber: webmd.com/baby/folic-acid-and-pregnancy#2 babycenter.com/0_folic-acid-why-you-need-it-before-and-during-pregnancy_476.bc?page=3 Diakses pada 28 September 2016

Go to Top