Tahapan Perkembangan Otak Anak Tahapan Perkembangan Otak Anak

Tahapan Perkembangan Otak Anak

29 July 2017

Tumbuh kembang anak tidak hanya memerlukan kematangan fisik yang cukup, tapi juga kematangan saraf yang sesuai. Walaupun si kecil telah mencapai usia tertentu dan memiliki tubuh yang cukup sehat dan kuat untuk melakukan suatu gerakan motorik, ia tidak akan mampu melakukan gerakan tersebut tanpa kematangan saraf yang cukup. Contohnya, bayi biasanya mulai merangkak pada usia 7-10 bulan, tapi bisa jadi ia masih belum bisa merangkak walaupun telah berusia 11 bulan. Secara fisik, ia telah siap untuk merangkak, namun belum bisa melakukannya karena ia belum memiliki kematangan saraf yang dibutuhkan.

Berdasarkan Penelitian Otak Manusia Berkembang Dalam Beberapa Tahap

Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Health of Mental Health dan University of California, Los Angeles, otak manusia berkembang dalam beberapa tahap. Bagian otak yang matang pertama kali adalah otak bagian depan dan belakang yang berperan memproses sensasi indrawi dan melakukan gerakan. Itu sebabnya bayi yang baru lahir hanya bisa memproses sensasi yang ia rasakan dari inderanya dan memberikan respon dalam bentuk gerakan. Bagian otak selanjutnya yang tumbuh adalah yang berperan mengembangkan orientasi spasial dan bahasa. Saat ini adalah ketika si kecil mulai belajar berbicara.

Bagian otak yang matang paling akhir adalah bagian yang berperan mengintegrasikan informasi dari berbagai indera, termasuk bagian otak yang berfungsi sebagai pusat perencanaan, pemecahan masalah (problem solving), nalar, dan emosi. Tahapan perkembangan otak ini berjalan hingga usia dewasa awal, yaitu usia 19-40 tahun. Jadi, selama proses kematangan otak masih terus berjalan, kesempatan untuk mendukung tumbuh kembang otak masih bisa dilakukan.

Baca : Tips Mendapatkan Perkembangan Bayi Baru Lahir Yang Sehat

Dengan penjelasan ini, Bunda bisa memahami bahwa tumbuh kembang anak tidak bisa dipaksakan. Otak berkembang dengan tahapan tertentu, mengikuti pola yang diramalkan. Dan bahkan, bila usia anak sudah cukup pun, tumbuh kembangnya bisa terhambat sebagai akibat dari kurangnya rangsangan dan kesempatan bagi bayi untuk mengeksplorasi kemampuan tubuhnya dan menggerakkan semua bagian tubuhnya. Karena itu, berikan stimulasi yang cukup bagi anak untuk melatih tubuh dan otaknya, sehingga ia dapat mencapai kematangan fisik serta kematangan saraf yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sumber:

ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/psikologi/kematangan.otak.dari.anak.hingga.dewasa/001/007/338/1/1

staff.uny.ac.id/sites/default/files/bab%203%20PRINSIP-PRINSIP%20PERKEMBANGAN%20MOTORIK%20pdf_0.pdf

Go to Top