Stimulasi untuk Perkembangan Anak Usia Pra-Sekolah

29 July 2017

Masa balita adalah masa keemasan perkembangan anak di mana kemampuan daya serap anak mencapai 50% lebih baik, hingga akhirnya menurun pada tahun-tahun berikutnya. Itulah sebabnya stimulasi yang tepat saat anak berada dalam masa keemasan ini sangat disarankan, karena manfaatnya berpengaruh penting bagi perkembangan anak dalam jangka panjang.

Stimulasi yang diberikan kepada anak Bunda tidak perlu stimulasi yang rumit dan bisa dilakukan dalam bentuk permainan. Kalau anak Bunda masih bayi, Bunda bisa mengenalkannya dengan berbagai macam suara, warna, tekstur, dan aroma. Misalnya, untuk memperkenalkannya dengan berbagai macam tekstur, Bunda bisa memberikan buku bayi dari kain yang memiliki berbagai macam tekstur. Stimulasi juga bisa diberikan dengan cara mengajak si kecil berjalan-jalan di lingkungan sekitar rumah Bunda. Selain itu, stimulasi apa lagi yang bisa Bunda berikan untuk anak usia pra sekolah usia 3-5 tahun?

Selain dalam bentuk permainan, stimulasi untuk anak usia pra sekolah usia 3-5 tahun bisa diberikan juga dalam bentuk interaksi dengan keluarga dan orang lain di sekitar si kecil. Hal ini akan membantu membentuk kepribadian si kecil dan cara ia berpikir sampai ia dewasa. Beberapa stimulasi perkembangan anak pra sekolah yang bisa Bunda lakukan adalah:

  1. Membaca buku bersama si kecil. Bila Bunda bekerja, membacakan cerita sebelum si kecil tidur adalah kebiasaan interaksi yang tak hanya menyenangkan, tapi juga mendidik.
  2. Ajak si kecil membantu Bunda melakukan pekerjaan rumah yang sederhana, misalnya melipat pakaian, dll.
  3. Dorong si kecil untuk bermain dengan anak lain, sehingga ia belajar mengenai nilai berbagi dan persahabatan.
  4. Kalau si kecil melakukan perbuatan yang salah, jelaskan kepadanya kenapa hal yang ia lakukan itu salah, dan perbuatan seperti apa yang lebih baik.
  5. Ketika si kecil merasa marah atau kecewa karena suatu masalah, bantu ia menemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
  6. Berbicaralah kepada si kecil dengan cara yang sama seperti Bunda berbicara dengan orang dewasa lainnya. Hal ini akan membantu mengembangkan kemampuan berbahasa si kecil.
  7. Ajak si kecil untuk mengambil keputusan dari hal-hal sederhana, misalnya pakaian apa yang akan dia pakai, camilan yang akan ia nikmati di sore hari, dll.

Selain hal di atas, tentu saja Bunda juga harus memperhatikan asupan gizi untuk si kecil. Dengan gizi dan stimulasi yang tepat, perkembangan anak secara optimal akan lebih mudah tercapai.

Sumber:

http://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/pdfs/preschoolers3-5.pdf

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/12/08/04/m86lyu-ayo-kejar-masa-keemasan-anak-kapan-itu

Go to Top