Perkembangan Bayi Usia 1 Tahun

29 July 2017Tumbuh kembang anak

Tidak terasa ya Bunda, si kecil kini sudah berusia 1 tahun! Perkembangan bayi di usia ini sangatlah luar biasa. Ia sekarang bisa mengucapkan kata pertamanya, lho. Kata yang umum pertama kali diucapkan anak adalah ‘mama’. Lucunya, ia juga mulai bersemangat memanggil orang-orang terdekat yang sudah tak asing di matanya. Tapi di samping itu, Bunda juga perlu mewaspadai sejumlah gejala yang bisa menjadi indikasi adanya Autism Spectrum Disorder (ASD) pada si kecil. ASD dikenal juga sebagai gangguan autisme, sindrom Asperger, atau pervasive developmental disorder-not otherwise specified (PDD-NOS). Gejala ASD mulai dapat dilihat saat anak berusia 12-24 bulan. Jika di usia 1 tahun ini si kecil belum mengoceh atau tidak merespon terhadap gerakan atau isyarat seperti lambaian tangan, maka Bunda perlu membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Kesehatan anak

  • Di usia satu tahun ini, si kecil akan kembali mendapatkan imunisasi (booster) PCV untuk keempat kalinya dan vaksinasi influenza yang perlu diulang setiap tahun.
  • Seiring bertambahnya jumlah gigi si kecil, Bunda bisa mulai mengajarinya tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi. Selain menggunakan kain basah dan alat pembersih gigi yang terbuat dari karet, Bunda juga bisa menggunakan sikat gigi. Pilih sikat gigi berkepala kecil dengan gagang yang pas untuk tangan Bunda. Selain itu, pastikan juga bulu sikatnya halus agar tidak melukai gusi si kecil, ya.
  • Sekitar enam bulan setelah gigi pertama si kecil tumbuh, atau setelah ia berusia 1 tahun, Bunda dianjurkan untuk membawanya ke dokter gigi. Selama di sana, dokter akan memeriksa gigi si kecil, dan Bunda pun dapat bertanya-tanya mengenai cara merawat giginya. Selain itu, kunjungan ke dokter gigi juga bermanfaat dalam memperkenalkan si kecil pada suasana praktik sehingga diharapkan ia bisa merasa nyaman dan sudah terbiasa pada kunjungan selanjutnya.
Tips
  • Di usia ini, Bunda sudah dapat menambahkan sedikit garam pada makanan si kecil. Jumlah konsumsi garam yang disarankan untuk balita berusia 1-3 tahun adalah sebanyak 2 gram per hari. Tapi, Bunda disarankan menggunakan garam laut atau organik demi menghindari penggunaan garam meja yang umumnya sudah mengandung msg.
  • Selain itu, pemberian makanan instan yang mengandung garam, gula, maupun zat gizi yang telah difortifikasi sebaiknya dibatasi pada kondisi ‘kepepet’ saja, misalnya saat dalam perjalanan jauh yang tak memungkinkan Bunda untuk masak sendiri.
  • Pada masa ini, Bunda juga disarankan mengurangi pemberian makanan yang diblender pada si kecil untuk mengenalkannya pada aneka tekstur makanan yang berbeda.

  Sumber: Panduan Pintar Pengasuhan Bayi Minggu per Minggu; hal. 205 idai.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Jadwal-Imunisasi-2014-lanscape-Final.pdf babycenter.com/0_autism-spectrum-disorder-asd_10378036.bc babycenter.com/6_your-1-year-old-week-2_10329286.bc babycenter.com/0_how-to-care-for-your-babys-gums-and-emerging-teeth_126.bc babycenter.com/101_baby-teeth-order-of-appearance_10355502.bc babycenter.com/0_how-to-care-for-your-babys-gums-and-emerging-teeth_126.bc#articlesection4 parenting.co.id/bayi/usia+ideal+anak+ke+dokter+gigi babycentre.co.uk/x555836/can-i-put-salt-in-my-babys-food ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/makanan-bayi-siap-saji-

Go to Top