Parenting Mengubah Otak Ayah

29 July 2017

Setelah menjadi orang tua, kehidupan Ayah dan Bunda pasti akan berubah. Bukan hanya rutinitas sehari-hari saja yang berubah, tapi juga prioritas hidup serta cara pandang Ayah dan Bunda dalam menjalani kehidupan. Uniknya, perubahan yang dialami Ayah setelah Bunda melahirkan juga ternyata terjadi pada otak Ayah, lho. Sebuah tim neurosains dari University of Denver dan Yale memindai otak dari 16 pria yang baru memiliki anak. Pindaian pertama dilakukan pada 2-4 minggu setelah anak mereka lahir, dan pindaian kedua dilakukan 12-16 minggu kemudian. Pindaian pertama menunjukkan peningkatan aktivitas otak pada saat setiap pria tersebut melihat bayinya. Sedangkan pindaian kedua menunjukkan peningkatan area grey matter pada otak, di antaranya area hypothalamus (kontrol hormon), amygdala dan anterior cingulated cortex (berperan dalam proses emosi), serta pre-frontal cortex (berperan dalam memori serta proses pengambilan keputusan). Peningkatan ukuran area otak tertentu pada pria ini dianggap terjadi karena adanya peningkatan aktivitas otak di area tersebut saat seorang ayah memandang bayinya. Bagian otak yang membesar ini juga merupakan area otak yang berperan penting untuk membangun ikatan yang kuat antara Ayah dan si kecil, serta membantu Ayah untuk lebih telaten dalam mengasuhnya. Penelitian lain dalam neurosains menemukan bahwa perubahan pada otak Ayah sudah mulai terjadi sejak kehamilan Bunda. Pada masa kehamilan Bunda, otak Ayah mulai memproduksi lebih banyak hormon prolactin yang  dianggap berhubungan dengan proses bermain aktif. Semakin tinggi hormon prolactin yang Ayah miliki, maka Ayah akan semakin suka bermain dan bereksplorasi bersama si kecil. Hormon lain yang juga meningkat adalah oxytocin yang membantu pembangunan ikatan antara Ayah dan si kecil serta hormon vasopressin yang memunculkan insting untuk melindungi si kecil. Ketika ada bagian otak yang menjadi lebih aktif dan menggunakan lebih banyak sumber daya, maka ada area otak tertentu yang jarang digunakan dan akan mengecil. Itu sebabnya neurosains juga menemukan adanya area pada otak Ayah yang menyusut, seperti area orbitofrontal cortex yang berhubungan dengan masalah kegelisahan dan depresi, terutama pada Ayah yang lebih rutin menghabiskan waktu bersama bayi mereka. Yang perlu diingat adalah perubahan ini hanya terjadi pada Ayah yang cukup aktif mengasuh bayinya. Perubahan ini tidak ditemukan pada Ayah yang tidak berperan sama sekali dalam pengasuhan anaknya. Jadi, semakin aktif peran Ayah dalam pengasuhan si kecil, maka otak Ayah pun akan semakin menunjukkan perubahan yang akan membantu menjalani peran dalam pengasuhan anak. Bukan hanya Bunda saja yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak lho, tapi Ayah juga memiliki peran yang penting. Sumber: wired.com/2014/07/how-becoming-a-father-changes-your-brain/ brainworldmagazine.com/daddy-dearest/

Go to Top