Manfaat Permainan Ayah dan Anak Secara Aktif

29 July 2017

Bunda mungkin pernah memerhatikan bahwa gaya permainan yang dilakukan antara Ayah dengan si kecil cenderung lebih aktif dibandingkan saat Bunda bermain dengan si kecil. Berputar, berayun, melompat, menendang, dan gaya main aktif lainnya mungkin kadang sering membuat Bunda khawatir si kecil terluka. Tapi, Bunda tak perlu khawatir.

Asalkan dilakukan dengan aman dan hati-hati, gaya main aktif yang dilakukan ayah dan anak ini merupakan latihan dan stimulasi bagi sistem vestibular si kecil. Sistem vestibular manusia merupakan gabungan dari kerja beberapa indra, yaitu indra penglihatan, indra pendengaran, dan indra perasa. Karena itulah, sistem vestibular yang reseptornya terletak dalam telinga tengah ini memiliki peran penting bagi keseimbangan tubuh, kemampuan motorik kasar maupun halus, postur, dan koordinasi tubuh, serta penglihatan. Salah satu fungsi penting dari sistem vestibular adalah mengkoordinasikan gerakan mata dengan gerakan kepala.

Koordinasi ini bisa terlihat dalam beberapa aktivitas yang tampak sepele, seperti mengikuti gerakan bola saat sedang menonton pertandingan sepak bola, menggerakkan kepala saat membaca, dan lain-lain. Hal ini bisa dikaitkan dengan fakta bahwa anak yang mengalami masalah belajar biasanya juga mengalami disfungsi sistem vestibular. Fungsi lain sistem vestibular adalah mengkoordinasikan gerakan kedua sisi anggota tubuh, misalnya saat berenang atau bersepeda yang membutuhkan koordinasi kaki kiri dan kanan serta tangan kiri dan kanan. Sistem vestibular juga dibutuhkan dalam pengaturan postur tubuh. Karena itulah, bermain aktif merupakan bentuk stimulasi bagi sistem vestibular si kecil.

Ingin mengajak si kecil bermain aktif? Ajak saja ia bermain di taman bermain. Permainan seperti jungkat-jungkit, ayunan, dan perosotan merupakan latihan bagi sistem vestibular anak. Sedangkan beberapa cara untuk melatih stimulasi sistem vestibular bayi adalah dengan mengayun dan berputar saat menggendong bayi.

Nah, untuk anak yang lebih besar, stimulasi vestibular bisa diberikan dalam bentuk permainan di taman bermain atau dalam permainan aktif antara ayah dan anak. Bermain jungkat-jungkit, berayun di palang, bermain perosotan, bermain sepak bola bersama Ayah, atau permainan aktif lainnya merupakan cara sederhana untuk melatih sistem vestibular anak.

Semakin majunya teknologi belakangan ini justru membuat anak-anak lebih suka bermain gadget atau menonton TV daripada bermain aktif. Tapi, jangan sampai hal ini terjadi pada si kecil. Kalau cuaca sedang baik, ayo ajak si kecil bermain di halaman rumah atau ke taman dekat rumah. Apalagi, permainan ayah dan anak yang menyenangkan tak hanya membantu menstimulasi sistem vestibular anak, tapi juga membantu membangun hubungan yang dekat antara ayah dan anak serta mengembangkan emosi anak, sehingga mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.

Sumber: www.essentialbaby.com.au

Go to Top