Ketika si Kecil Terlambat Merangkak

29 July 2017

Merangkak adalah salah satu hal penting pada perkembangan bayi, terutama karena hal ini menjadi salah satu tahap dalam melatih otot bagian atas bayi dan koordinasi tubuhnya sebelum ia belajar berjalan. Untuk bisa merangkak, kematangan saraf bayi adalah salah satu faktor penting yang dibutuhkan. Tapi, bagaimana kalau si kecil tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan merangkak?

Tiap bayi mencapai tahap merangkak pada umur yang berbeda-beda, yaitu sekitar usia 7-10 bulan. Ketika kematangan saraf bayi sudah cukup untuk membantu koordinasi kaki dan tangan bayi, tahapan merangkak pun akan dicapainya. Ada beberapa stimulasi yang bisa Bunda berikan pada bayi untuk mendorong bayi mencapai tahap ini, yaitu:

  1. Tummy time Terlalu sering berbaring telentang bisa menyebabkan anak menjadi tak terdorong untuk mulai merangkak. Karena itu, tengkurapkan bayi (tummy time) untuk melatih bayi mengangkat tubuh dan kepalanya, serta bergerak dengan perutnya.
  2. Biarkan bayi bereksplorasi Salah satu hal yang bisa jadi penyebab bayi terlambat merangkak adalah bayi yang terlalu sering digendong atau diletakkan di kereta bayi, lho. Karena itu, biarkan si kecil bermain di karpet atau lantai yang bersih dan luas agar ia tertarik untuk merangkak. Jangan lupa untuk mengamankan benda-benda pecah belah, perabot yang tajam, maupun bahaya seperti stop kontak.
  3. Beri contoh pada bayi Bergabunglah dengan si kecil saat dia bermain di lantai dan tunjukkan gerakan merangkak kepadanya.
  4. Menarik dengan mainan Gunakan mainan kesukaan si kecil untuk membuatnya tertarik untuk merangkak. Letakkan mainan tersebut di depannya, tapi sedikit di luar jangkauannya. Cepat atau lambat ia akan bergerak maju untuk berusaha meraih mainan tersebut.

Kalau si kecil masih belum bisa merangkak pada usia 13-14 bulan, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak. Selain kurangnya stimulasi dan belum tercapainya kematangan saraf, beberapa hal lain yang bisa menyebabkan terlambatnya kemampuan merangkak pada bayi adalah masalah kurang gizi, obesitas, keterlambatan perkembangan, dan gangguan keseimbangan. Salah satu solusi yang mungkin disarankan oleh dokter anak adalah terapi pijat, senam, fisioterapi, atau terapi okupasi yang membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar, koordinasi, stabilisasi, dan keseimbangan bayi.

Sumber:

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/03/18/196/436469/duh-anakku-belum-bisa-merangkak/large

http://www.parenting.co.id/article/balita/haruskah.merangkak/001/003/117

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/tips/merangsang.bayi.merangkak/001/005/376/1/1

Go to Top