Zwitsal | Bantu Anak Melawan Bullying

29 July 2017

Akhir-akhir sering terdengar berita tentang perilaku

bullying di sekolah. Yang tadinya biasa terjadi di tingkatan sekolah yang lebih tinggi, kini bahkan sudah mulai terjadi tingkatan sekolah dasar!

Perilaku ini harus dihentikan dan bisa dimulai dari rumah. Orang tua bisa mengajarkan anak-anak untuk menjaga dirinya agar tidak menjadi korban dan bahkan menghentikan perilaku bullying ini, melalui beberapa strategi berikut.

  1. Bicarakan dengan anak-anak. Bersikaplah terbuka dan membawa topik ini dalam percakapan keluarga. Ajak setiap anggota keluarga, bahkan bunda dan ayah, untuk membagi pengalamannya masing-masing berhadapan dengan perilaku bullying. Apabila anak bunda mau bersikap terbuka dan menceritakan telah menjadi korban bully, puji ia karena telah berani mendiskusikan hal ini. Yang terpenting, beri dukungan tak terbatas agar dirinya bisa tetap bersikap berani. Konsultasikan masalah ini dengan sekolah dan guru-guru mengenai hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi ini.
  2. Hilangkan faktor penyebab perilaku bully. Yang penting lagi, segera cari tahu masalah dan penyebabnya. Apabila yang diincar adalah uang jajan atau perangkat elektronik (HP, konsol game) yang biasa dibawa oleh si anak, ciptakan situasi netral. Caranya bisa dengan mendorong anak untuk membawa bekal sekolah ketimbang memberi uang jajan dan tidak membiarkan si anak membawa perangkat elektronik ke sekolah.
  3. Bentuk kelompok teman untuk saling menjaga. Ajak teman-teman si anak untuk saling menjaga. Biasanya bully terjadi pada satu anak yang sendirian ketimbang pada satu keompok anak. Ingatkan selalu anak-anak untuk saling menjaga, terutama di tempat-tempat yang memungkinkan perilaku bully ini terjadi, seperti kantin, kamar mandi, bis jemputan.
  4. Tetap bersikap tenang. Bila perilaku ini tidak dapat dihindari, pertahanan yang dapat dilakukan anak adalah tetap bersikap tenang, jangan ikut tersulut, acuhkan segala perkataan/perbuatan yang tidak menyenangkan, katakan dengan tegas untuk menghentikan perbuatannya. Anak yang suka mem-bully biasanya menghindari mengganggu anak-anak yang bisa bersikap berani melawan.
  5. Perangi perilaku ini bersama-sama. Caranya bisa berbicara langsung dengan orang tua si tukang bully, namun lebih baik didiskusikan bersama dengan pihak sekolah.

Sumber:

http://kidshealth.org/parent/positive/learning/bully-proof.html#cat169

Go to Top