Brain Gym untuk Kecerdasan Bayi Brain Gym untuk Kecerdasan Bayi

Brain Gym untuk Kecerdasan Bayi

29 July 2017

Ternyata, bukan tubuh saja yang perlu olahraga, lho. Otak pun butuh berolahraga untuk mengasah ketajamannya. Pada bayi, brain gym merupakan olahraga otak yang penting untuk perkembangan otaknya.

Gerakan seperti merangkak, berjalan, dan meloncat memang tak hanya penting untuk melatih kekuatan dan ketangkasan tubuh bayi, tapi juga penting untuk perkembangan otaknya. Aktivitas seperti ini melatih sistem sarafnya melalui berbagai tahap perkembangan sebelum otaknya bisa mencapai potensi maksimalnya. Saraf dan sel otak bayi diprogram melalui gerakan yang ia lakukan serta stimulasi yang ia dapatkan. Proses yang disebut neurological organization ini biasanya terjadi sejak lahir hingga usia 6-8 tahun.

Menurut Paul E. Denisson, seorang ahli ilmu gerak dari Amerika Serikat, gerakan-gerakan tertentu dalam brain gym membantu mengoptimalkan fungsi dan integritas otak. Sebenarnya, ada 26 gerakan pada baby gym. Tapi, Bunda tak perlu melakukan semua gerakan tersebut. Beberapa gerakan mudah berikut ini bisa dicoba:

  1. Pada bayi usia 0-3 bulan, gerakkan tangan kiri dan kaki kanan ke atas dan ke bawah secara bersamaan. Lakukan bergantian dengan tangan kanan dan kaki kiri.
  2. Pada bayi usia 4-8 bulan, perlihatkan benda dengan gerakan menyilang di depan si kecil dan biarkan ia berusaha untuk meraih benda tersebut. Hal ini dilakukan untuk melatih koordinasi mata dan gerak motoriknya.

Denisson juga mengamati adanya hubungan antara bergerak dan kecerdasan linguistik. Sedangkan beberapa manfaat brain gym adalah menyeimbangkan kontrol emosi & logika, serta menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh yang diperlukan dalam kecerdasan kinestetik. Linguistik, logika, serta kinestetik merupakan bagian dari kecerdasan majemuk. Karena itu, bisa dibilang brain gym dan gerak aktif bayi punya manfaat untuk mengembangkan kecerdasan majemuk bayi.

Kehilangan kesempatan bayi untuk berguling, merangkak dan aktivitas lain, akibatnya akan terlihat pada tahap perkembangannya saat ia semakin dewasa. Karena itu, jangan terlalu membiasakan si kecil duduk di car seat, bouncer, atau berbaring di tempat tidur. Sesekali biarkan ia untuk bermain di lantai atau di permukaan datar yang aman. Selain itu, melakukan brain gym dengan si kecil juga tak ada salahnya, lho. Semoga manfaatnya bagi perkembangan otak serta kecerdasan majemuk si kecil bisa didapat.

Sumber:

llli.org/nb/nbmarapr01p44.html

Panduan Pintar Pengasuhan Bayi oleh Yazid Subakti & Deri Rizki Anggraeni (hal 247)

Go to Top