Alasan Pentingnya Stimulasi Olfaktori Menurut Neuroscience

29 July 2017

Tahukah Bunda? Indera penciuman adalah indera yang paling berkembang ketika si kecil dilahirkan. Itu sebabnya Bunda dianjurkan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di mana bayi didorong untuk mencari puting susu ibunya melalui penciumannya. Hal ini bisa dilakukan karena ia telah bisa mengenali air susu ibunya. Bila dilakukan dengan baik, IMD akan membantu merangsang produksi ASI serta membantu meningkatkan peluang berhasilnya program ASI Eksklusif.

Walaupun telah berkembang paling baik sejak kelahiran, indera penciuman bayi tetap harus mendapatkan stimulasi untuk terus berkembang. Stimulasi untuk perkembangan indera penciuman bayi diperlukan karena:

  1. Menjaga perkembangan indera perasa (lidah) Neuroscience menunjukkan bahwa indera penciuman berhubungan erat dengan indera perasa, di mana 75% rasa yang dirasakan manusia ketika makan bahkan berasal dari indera penciuman kita. Ketika indera penciuman tidak berkembang dengan baik, perkembangan indera perasa pun akan terganggu.
  2. Berhubungan dengan emosi dan proses belajar Stimulasi indera penciuman memiliki hubungan dengan emosi dan proses belajar. Menurut neuroscience, saat mencium suatu aroma, bagian otak yang mengatur emosi akan mengenali partikel yang membentuk aroma tersebut. Karena itulah, aroma yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda pula terhadap suasana hati. Selain itu, bagian otak yang mengenali aroma juga memiliki peran pada memori. Dengan kata lain, stimulasi penciuman membantu melatih bagian otak yang mengatur emosi dan memori.
  3. Melatih kemampuan ‘mencium’ bahaya Bau termasuk sinyal yang menunjukkan adanya bahaya. Misalnya saja, bau asap yang menunjukkan bahaya api dan kebakaran, bau gas yang menunjukkan bahaya gas yang bocor, bau makanan busuk yang menunjukkan bahwa suatu makanan telah basi, dan lain-lain. Neuroscience menunjukkan bahwa stimulasi indera penciuman sejak dini membantu melatih kemampuan membedakan aroma.

Karena itulah, stimulasi indera penciuman perlu dilakukan secara dini. Orang tua bisa memberikan stimulasi ini dengan cara sederhana, yaitu membedakan berbagai aroma seperti shampoo bayi, wangi bunga, dan lain-lain. Misalnya, ketika Bunda sedang memandikan si kecil, Bunda bisa menunjukkan aroma sabunnya pada si kecil sambil menjelaskan padanya bahwa keharuman yang ia cium adalah aroma sabunnya. Atau, ketika aroma kue yang sedang Bunda panggang tercium ke seluruh rumah, Bunda bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa aroma yang tercium adalah aroma lezat kue. Dengan cara ini, Bunda tak hanya memberikan stimulasi indera penciuman, tapi juga stimulasi kognitif serta pendengaran bayi.

Sumber:

http://www.urbanchildinstitute.org/articles/research-to-policy/research/smell-taste-and-nutrition-building-blocks-for-early-brain

http://www.acceleratedlearningmethods.com/smell-sense.html

http://bidanku.com/inisiasi-dini-sesaat-bayi-lahir

http://faculty.washington.edu/chudler/chems.html

Go to Top