Zwitsal | 5 Langkah Penting Jauhkan Anak dari Pelecehan Seksual Zwitsal | 5 Langkah Penting Jauhkan Anak dari Pelecehan Seksual

Zwitsal | 5 Langkah Penting Jauhkan Anak dari Pelecehan Seksual

29 July 2017

Beberapa waktu terakhir, Bunda tentu sering mendengar berita tentang pelecehan pada anak. Ya, kasus pelecehan pada anak, terutama seksual, memang sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Indonesia. Dengan adanya kasus-kasus tersebut, sudah saatnya Bunda membekali si kecil dengan pengetahuan sejak dini tentang menjaga diri sendiri. Pelecehan seksual tidak hanya mengintai anak-anak,

tapi juga balita. Pelakunya pun tidak hanya orang asing, tapi juga orang yang dekat dengan korban. Lantas, bagaimanakah peran Ayah dan Bunda dalam mencegah hal ini terjadi pada si kecil? Berikut adalah 5 langkah penting dalam mencegah pelecehan seksual pada anak yang bisa dilakukan:

  1. Kenalkan nama-nama bagian tubuh anak Pada usia 3 tahun, si kecil sudah harus memahami nama-nama bagian tubuhnya. Bunda tidak perlu sungkan untuk mengenalkan nama alat genitalnya dengan istilah yang sesungguhnya. Misalnya, “penis” untuk anak laki-laki dan “vagina” untuk anak perempuan. Pembiasaan menggunakan istilah yang sesungguhnya ini dapat membantu si kecil berkomunikasi dengan orang dewasa saat sesuatu terjadi pada alat vitalnya.
  2. Ajarkan mana yang boleh, mana yang tidak Si kecil juga harus memahami tentang konsep privasi, yaitu bahwa tidak semua orang boleh melihat dan menyentuh bagian tubuhnya. Bagian yang tidak boleh dilihat dan disentuh sembarang orang adalah mulut, dada, pantat, dan kemaluan serta bagian di sekitar paha. Beritahu pula mengenai siapa saja yang boleh melihat dan menyentuhnya serta dalam situasi apa. Misalnya, Ayah dan Bunda boleh menyentuhnya saat memandikan atau membantu si kecil membersihkan diri usai buang air. Selain itu, dokter juga boleh menyentuh kemaluannya ketika si kecil diperiksa, namun tentu saja dengan didampingi Ayah atau Bunda.
  3. Ajarkan jenis-jenis sentuhan Ada 3 jenis sentuhan yang perlu diketahui oleh anak. Pertama, sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan pada bagian tubuh atas karena kasih sayang seperti membelai kepala dan mencubit pipi secara lembut. Kedua, sentuhan waspada, yaitu sentuhan pada bagian dada hingga lutut si kecil. Ketiga, sentuhan tidak baik dan terlarang, yaitu sentuhan pada bagian alat vital si kecil. Bila ada yang melakukannya, mintalah si kecil untuk berani menolak dengan tegas dan berkata “Jangan sentuh!”
  4. Ajarkan untuk selalu berhati-hati Bukan untuk menakut-nakuti, tapi peran Ayah dan Bunda adalah termasuk mengajari si kecil untuk selalu waspada terhadap orang asing dan lingkungannya. Si kecil sebaiknya tidak sembarangan berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal, baik di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermainnya. Jika ada orang asing yang melakukan hal tidak baik, beritahu bahwa si kecil harus segera lari ke tempat yang ramai, teriak minta tolong, dan mengadu pada orang yang dapat dipercaya, seperti orang tua dan guru.
  5. Biasakan berpakaian sopan Membiasakan anak berpakaian sopan sejak dini dapat membantu mengajarinya tentang bagian tubuh mana yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Selain itu, pakaian yang sopan juga dapat mengurangi risiko si kecil terhadap perilaku tak senonoh dari pelaku pelecehan.

Di samping kelima langkah di atas, peran Ayah dan Bunda dalam menjauhkan kekerasan seksual pada si kecil juga termasuk dengan sering mengajaknya mengobrol dan memeriksa kondisi tubuhnya. Perhatian serta peran Ayah dan Bunda sungguh berarti bagi keselamatan si kecil. Sumber: ayahbunda.co.id underwearrule.org fan.or.id

Go to Top