Bermain Kreatif untuk Kemampuan Problem Solving Anak

29 July 2017

Seperti orang dewasa, anak-anak menghadapi masalah dan hambatan dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya masalah berebut mainan dengan teman sebaya, kesulitan saat mempelajari hal atau permainan baru, dan lain-lain. Walaupun masalah yang mereka hadapi tidak sama dengan masalah yang dihadapi orang dewasa, anak tetap harus memiliki kemampuan problem solving yang bisa membantu mereka mengatasi masalah tersebut dengan baik, sehingga kemampuan tersebut akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhannya. Neuroscience menunjukkan bahwa bermain merupakan salah satu cara si kecil mempelajari kemampuan problem solving. Para psikolog menyatakan bahwa ada 2 jenis masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu masalah konvergen dan divergen. Masalah konvergen merupakan masalah yang hanya memiliki 1 solusi atau jawaban, sedangkan masalah divergen adalah masalah yang memiliki banyak solusi atau jawaban. Neuroscience menyatakan bahwa cara bermain anak berperan penting dalam mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah divergen. Penelitian tersebut membandingkan kemampuan problem solving anak yang lebih sering bermain dengan permainan konvergen seperti puzzle dengan anak yang bermain dengan permainan divergen seperti blok kayu. Hasilnya, anak yang bermain dengan permainan divergen lebih kreatif dalam mencari pemecahan masalah. Contoh permainan lain yang punya manfaat pada kemampuan problem solving anak adalah permainan sandiwara. Permainan ini merupakan permainan yang cukup sering dimainkan anak, misalnya ketika si kecil berpura-pura menjadi dokter yang memeriksa pasiennya, berpura-pura menjadi chef yang memasak hidangan lezat untuk Bunda, dan lain-lain. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering melakukan permainan sandiwara memiliki kemampuan problem solving yang baik, dan sebaliknya, anak yang memiliki kemampuan problem solving yang baik cenderung menyukai permainan sandiwara. Selain permainan sandiwara dan bermain dengan balok kayu, masih banyak mainan lain yang dapat mendukung perkembangan kemampuan problem solving anak, terutama permainan yang mendorong anak untuk berpikir kreatif dan berimajinasi. Misalnya, bermain dengan lilin mainan, permainan berburu harta karun di mana anak harus mengikuti peta dan melewati rintangan untuk mendapatkan harta karun, dan lain-lain. Neuroscience telah menunjukkan bahwa permainan kreatif yang mendorong anak untuk mengarang cerita atau membuat permainan akan membantu anak menumbuhkan kemampuan problem solving serta kemampuan lain seperti kemampuan mengontrol emosi dan mengurangi perilaku impulsif. Jadi, ayo ajak si kecil berimajinasi dan berpikir kreatif dalam berbagai permainan untuk menumbuhkan kemampuan problem solving-nya. Permainan apa yang sering Bunda lakukan dengan si kecil?   Sumber: parentingscience.com/benefits-of-play.html discipline.about.com/od/teachingnewskills/a/Teach-Kids-Problem-Solving-Skills.htm main.zerotothree.org/site/PageServer?pagename=ter_par_2436_think npr.org/templates/story/story.php?storyId=76838288

Go to Top