Alergi Makanan pada Anak

29 July 2017

Anak Bayi memiliki organ pencernaan yang masih sangat sensitif dan mudah terkena penyakit, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari Bunda dalam hal memilih serta memberikan jenis makanan baru pada si kecil. Sebagian anak bayi sangat mudah terkena alergi terhadap makanan tertentu, oleh sebab itu para orang tua harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyebab alergi pada si kecil. Jika si kecil baru akan pertama kali diperkenalkan pada makanan tambahan selain ASI, Bunda harus melakukannya secara perlahan dan bertahap sehingga jika nanti terjadi reaksi negatif seperti alergi, Bunda dapat langsung mengetahuinya. Untuk perkenalan, berikan satu jenis makanan tertentu saja dan berikan dengan porsi secukupnya, kemudian lihat reaksinya, apakah menimbulkan reaksi negatif seperti alergi atau tidak.

Biasanya alergi makanan bayi yang timbul pada anak bayi dapat berupa bentol-bentol merah dan gatal pada hampir seluruh tubuhnya. Jika bentol-bentol merah yang menyebar ke seluruh tubuh tersebut sangat terlihat jelas, serta membuat si kecil menangis dan tersedak, maka alergi yang menyerangnya sudah berbahaya dan dapat menyebabkan sesak nafas. Hal ini dapat berakibat fatal, sehingga harus mendapatkan penanganan dokter dengan segera.

Sebenarnya semua jenis makanan dapat dikonsumsi oleh semua anak bayi, namun ada beberapa jenis makanan yang sering menimbulkan alergi seperti susu sapi, susu kedelai, telur, makanan laut, jenis kacang-kacangan dan sereal yang mengandung gluten seperti gandum, gandum hitam, gandum oat, gandum barley, wijen, serta seledri, juga makanan dan minuman yang mengandung pengawet sulfur dioksida.

Ada beberapa tips yang dapat Bunda lakukan untuk menangani alergi si kecil, yaitu:

  1. Kenali jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi pada si kecil.
  2. Teliti terlebih dahulu label kandungan bahan makanan kemasan.
  3. Periksa kembali, apakah di antara keluarga si kecil ada yang pernah mengalami alergi makanan, jika ada maka Bunda harus berhati-hati jika mengenalkan si kecil pada makanan tersebut.
  4. Hindarkan si kecil dari udara kotor, asap rokok, debu dan hal-hal yang dapat menyebabkannya sakit dan terkena alergi.
  5. Berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran juga perawatan lebih lanjut.

Dengan begitu, Bunda tak perlu cemas lagi dan berkecil hati jika si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Semoga tips di atas bisa membantu.

Sumber:

artikelkesehatananak.com/mencegah-alergi-makanan-bayi.html

artikelkesehatananak.com/makanan-penyebab-alergi-pada-anak.html

Go to Top