Minoan Pintar untuk Anak USIA Sekolah

Anak-anak usia SD akan mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai hal. Mereka sudah memiliki pemahaman mengenai  dunia di sekelilingnya. Semakin bertambah usia, mereka akan semakin lihai melakukan berbagai kemampuan yang menantang, seperti menangkap bola ataupun membuat kepangan di rambut temannya.

 

Di usia ini pun si kecil akan menampakan bakat dan minat. Misalnya, si usia 4 tahun yang sangat menyukai didongei cerita, bisa jadi akan tumbuh menjadi anak yang menyukai buku. Si usia 5 tahun yang selalu mendengarkan musik, bisa jadi akan tertarik untuk belajar memainkan piano.

 

Kemampuan fisik, seperti motorik halus dan kasar, mulai diasah. Si kecil akan mulai belajar naik sepeda roda dua atau meluncur dengan papan skateboard. Mereka juga mulai menyukai kegiatan seni dan ketrampilan yang lebih rumit, seperti membuat kepangan gelang dan menggambar komik.

 

Hubungan kelompok juga mulai tampak pentig bagi si kecil. Di usia ini, ia mungkin akan lebih tertarik untuk bermain bersama teman-temannya ketimbang dengan bunda. Tenang saja bun, bunda tetap nomor satu kok, coba selalu luangkan waktu untuk melakukan kegiatan berdua saja. Bisa juga merencanakan kumpul keluarga di satu malam, seperti nonton film bersama, agar kemesraan bunda dan ayah dengan si kecil tetap terjaga.

 

Kira-kira mainan dan permainan apa yang bisa diberikan dan dilakukan si usia sekolah?

  •  Lompat tali. Permainan lompat tali mengajarkan si kecil tentang bergiliran dan akur dalam kelompok. Aktivitas melompat dan segala koordinasi yang dibutuhkan saat bermain lompat tali, mendorong perkembangan motorik kasar dan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah.
  • Kartu mainan dan permainan papan. Permainan ‘cangkulan’ atau ‘tepok’ dengan kartu bisa mengajarkan si kecil tentang strategi, bergiliran, kemampuan bernegosiasi dan bermain dengan adil serta jujur. Begitu juga permainan-permainan papan seperti catur, halma atau ular tangga. Permainan-permainan ini mendorong cara bekerja sama dan mengajarkan si kecil untuk mengatur emosi saat menang maupun saat mengalami kekalahan.
  • Alat-alat musik. Belajar memainkan piano, biola, gitar atau alat-alat musik lainnya mendorong si kecil belajar melatih pendengaran, kemampuan motorik halus serta membantunya membangun kemampuan berkonsentrasi.
  • Permainan yang bersifat ilmiah. Seperti teleskop, binokular, set alat-alat tes Kimia yang menyangkut kegiatan penemuan, pemecahan masalah dengan matematika dan kemampuan ilmiah serta dapat mendorong imajinasi.

 

Sumber:

Kidshealth.org


Foto: © Erdosain | Stock Free Images & Dreamstime Stock Photos

Dian Sastro's Blog

Dian Sastro berbagi pengalaman pertamanya sebagai Ibu

Artikel Terkait


Pelindung Alami di Kulit Anda.

Produk favorit bulan ini


Baby Bath
2-in-1