Bergabung bersama zwitsal

Yuk, daftarkan diri Bunda untuk mendapatkan informasi kami

  • Artikel dari
    Para Ahli

  • Personalisasi
    Konten Bunda

  • Penawaran
    Menarik

×

Manfaat Senam untuk Ibu Hamil

Dec 31 2012

Selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tetap melakukan kegiatan fisik atau olahraga ringan yang dapat membantu menjaga tubuhnya tetap fit. Olahraga saat hamil dilakukan untuk menjaga stamina ibu hamil, mengontrol kenaikan berat badan, mengurangi keluhan sulit tidur, mengurangi bengkak, dan mengurangi risiko diabetes saat hamil. Bahkan saat memasuki trimester 3, ibu hamil tetap dapat melakukan olahraga ringan seperti senam ibu hamil.

Senam ibu hamil adalah senam yang dilakukan untuk melatih otot-otot tertentu yang dapat membantu proses melahirkan normal, seperti otot perut, otot panggul, dan otot paha. Biasanya senam ibu hamil juga diajarkan latihan pernapasan saat kontraksi dan saat mengejan. Berikut ini adalah beberapa poin mengenai senam hamil yang perlu Bunda ketahui:

  1. Gerakan-gerakan senam untuk ibu hamil berisi gerakan-gerakan yang menggabungkan latihan pernafasan, kerja otot jantung, relaksasi, fleksibilitas/kelenturan.
  2. Latihan-latihan ini dapat membantu melatih kerja otot jantung dan pernafasan, meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot-otot yang diperlukan saat persalinan.
  3. Latihan peregangan dan kelenturan otot, akan membantu wanita hamil untuk mengurangi keluhan nyeri pada perut dan bokong selama kehamilan dan proses persalinan.
  4. Beberapa gerakan dapat membantu mengurangi kram kaki, pegal punggung dan pinggang, bahkan membantu bayi masuk ke dalam jalan lahir.
  5. Beberapa kelas senam ibu hamil bahkan mengajarkan sesi relaksasi yang dapat membantu bunda yang biasanya sulit tidur selama hamil, menjadi lebih mudah tidur.
  6. Manfaat senam hamil dapat dirasakan apabila senam hamil dilakukan secara rutin, baik di kelas senam hamil maupun di rumah.

Sebelum mulai melakukan senam ibu hamil, simak dulu pula beberapa syarat berikut ini:

  1. Senam ibu hamil sebaiknya dilakukan oleh Bunda dengan usia kehamilan di atas 22 minggu,
  2. Sebelum melakukan senam ibu hamil, berkonsultasilah dulu dengan dokter/bidan.
  3. Senam ibu hamil sebaiknya dilakukan di bawah instruktur senam hamil.
  4. Hentikan kegiatan senam hamil, bila: timbul rasa nyeri, perdarahan, kontraksi sering, keluar cairan ketuban, nafas menjadi pendek, denyut jantung meningkat, pembengkakan tubuh, dan aktivitas janin berkurang.
  5. Senam ibu hamil juga tidak disarankan untuk ibu hamil yang menderita penyakit jantung, paru, riwayat perdarahan, kelainan letak plasenta, dan kondisi preeklamsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan. Itulah sebabnya ibu hamil harus berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan senam hamil.

Agar kegiatan ini makin menyenangkan, Bunda bisa mengajak Ayah untuk menemani Bunda saat mengikuti kelas senam ibu hamil. Kehadiran Ayah dapat membantu Bunda mengingat gerakan-gerakan yang diajarkan di kelas sehingga Bunda bisa melakukannya sendiri secara rutin di rumah.

Sumber:
www.essentialbaby.com.au